AS masih menjadi eksportir mengedepankan senjata dunia, dengan rekan bertambah, Timur Tengah merupakan pembeli paling agresif

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

enam jam yang lalu

Amerika Serikat jadi menambah pangsa pasar ekspor senjatanya di tingkat ijmal menjadi 37% dalam lima tahun terakhir, ungkap institut penelitian yang berbasis dalam Swiss.

Selain GANDAR, Prancis dan Jerman juga menikmati peningkatan ekspor senjata. Sebaliknya ekspor dari Rusia dan China menurun.

Tingkat impor dan ekspor senjata negara-negara tersebut sedang mendekati level tertinggi sejak akhir perang dingin, walau mungkin akan berubah selama pandemi.

Pertumbuhan paling besar impor senjata terlihat di kawasan Timur Pusat.

“Terlalu dini untuk menyatakan apakah periode pesatnya pertumbuhan perniagaan senjata dalam dua dekade terakhir sudah usai, ” kata Pieter Wezeman, pengkaji senior Stockholm International Peace Research Institute (Sipri) yang menghimpun data.

“Dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 dapat terlihat di beberapa negara yang meninjau kembali kebijakan impor senjata dalam beberapa tahun mendatang.

“Namun, di saat yang serupa, bahkan saat masa ujung pandemi pada 2020, beberapa negara menandatangani kontrak-kontrak tumbuh jual-beli persenjataan. ”

Pemasaran senjata internasional terlihat stabil selama 2016 hingga 2020 dibanding pada periode lima tahun sebelumnya, ungkap Sipri.

Hampir setengah (47%) ekspor senjata AS maka ke Timur Tengah, di mana Arab Saudi selalu meraup 24% dari total ekspor senjata Amerika ke kawasan itu.

GANDAR kini memasok senjata ke 96 negara dan menaikkan pangsa pasarnya di lapisan global selama lima tahun terakhir.

Prancis menaikkan 44 persen ekspor senjatanya, sedangkan Jerman naik 21 persen.

Israel & Korea Selatan sama-sama menambah ekspor mereka, walau ke-2 tergolong pemain kecil di dalam ekspor senjata.

Impor senjata melonjak di Timur Pusat

Kawasan ini merupakan rekan terpesat dalam persenjataan, mengimpor 25% lebih selama 2016-2020 dibanding periode lima tahunan sebelumnya.

Kenaikan terbesar berasal dari Arab Saudi (61%), Mesir (136%), & Qatar (361%).

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari asing

Asia dan Oseania masih tetap menjadi wilayah pengimpor senjata terbesar, di lima tahun terakhir menyambut 42% dari total sediaan senjata skala global.

India, Australia, China, dan Korsel, dan Pakistan merupakan para importir utama di Asia.

Sementara itu, Rusia dan China mengalami penurunan ekspor senjata mereka, walau kedua negara tersebut lestari jadi pemasok utama bagi negara-negara di Afrika sub-Sahara.

Ekspor senjata Rusia mendarat 22%, sebagian besar sebab penurunan 53% pasokan ke India.

“Meski Rusia baru-baru ini menandatangani kata sepakat besar dengan beberapa negeri dan ekspornya kemungkinan luhur akan naik lagi di dalam beberapa tahun mendatang, negara itu menghadapi persaingan teliti dari AS di banyak wilayah, ” kata peneliti Sipri, Alexandra Kuimova.

Ekspor dari China, yang dikenal sebagai pemasok terbesar kelima di dunia, turun tujuh, 8%.

Pakistan, Bangladesh and Aljazair masih menjadi penyambut utama senjata buatan China.