Badan PBB investigasi kekerasan dengan terjadi di wilayah pertengkaran, bagaimana reaksi kedua pertahanan?

0 Comments

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

5 jam yang lalu

Sumber tulisan, EPA

Dewan HAM PBB memutuskan membuka pendalaman kekerasan dalam konfilk antara Israel dengan kelompok Palestina, Hamas.

Badan tersebut menerima resolusi yang diusulkan oleh kelompok negara Islam setelah mendapat dukungan bahana dari 24 negara, secara yang menolak sebanyak sembilan negara.

Amerika Serikat mengucapkan keputusan tersebut mengancam ketenangan yang sejauh ini sedang berlangsung di wilayah itu.

Setidaknya 242 warga Palestina tewas di Gaza & 13 orang tewas sebab pihak Israel selama 11 hari pertempuran yang sudah dengan gencatan senjata Jumat pekan lalu yang dimediasi oleh Mesir.

Kekerasan itu terjadi setelah terjadi ketegangan selama berminggu-minggu Israel-Palestina di kawasan pendudukan Yerusalem Timur. Puncaknya berupa bentrokan yang terajadi dalam kompleks al-Aqsa, tempat suci bagi umat Muslim & Yahudi.

Ketegangan ini pula berbuntut perang roket antara kelompok Palestina, Hamas, secara pasukan Israel.

Rencana resolusi untuk memulai penyelidikan ini diusulkan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OIC) dan perwakilan Palestina di PBB. Mereka menyerukan pembentukan Upah Penyelidikan permanen untuk mengadukan kekerasan HAM yang berlaku di Israel, Tepi Barat dan Gaza.

Proposal itu juga berisi seruan pengkajian dari “seluruh akar masalah yang menyebabkan ketegangan langsung berulang, ketidakstabilan dan berlarut-larutnya konflik”.

Sumber gambar, Reuters

Dalam pembukaan sesi lembaga, Kepala HAM PBB, Michele Bachelet mengatakan dia murung mengenai tingginya angka target di Gaza dan memperingatkan bahwa serangan Israel barangkali merupakan kejahatan perang.

Dia juga menggambarkan tembakan roket Hamas ke Israel sebagai tak pandang bulu serta sebuah “kekerasan yang jelas” dari kejahatan kemanusiaan universal.

Sembilan perwakilan negara, tercatat sejumlah negara Barat, membuktikan menolak proposal tersebut, & 14 negara lainnya membuktikan abstain. China dan Rusia termasuk negara yang mendukung resolusi tersebut.

Sementara, Amerika Serikat, yang menjadi peninjau dalam dewan itu, tak mengambil bagian dalam perdebatan.

“Sangat disayangkan, ketika ana dan yang lainnya beroperasi untuk menegakkan dan membenarkan gencatan senjata, memastikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan melanjutkan kerja keras untuk berdiskusi mengenai cara buat mencapai perdamaian abadi, sebanyak anggota di Dewan HAM telah telah memilih buat mengikutsertakan dalam sebuah distraksi yang tak menambah apa-apa dalam upaya diplomatik dan upaya kemanusiaan, ” sirih pernyataan tersebut.

Sumber tulisan, SOPA Images/LightRocket via Getty Images

“Keputusan hari ini menjadi ancaman yang membahayakan kemajuan yang telah dibuat dalam beberapa pekan final. ”

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam kiprah ini sebagai “contoh asing dari obsesi anti-Israel dengan terang-terangan dari Dewan PEDOMAN PBB. ”

Tapi menteri luar negeri Palestina mengatakan ini mencerminkan “tekad komunitas internasional untuk bergerak maju di jalur akuntabilitas, penegakan hukum, dan perlindungan kepada HAM warga Palestina. ”

Sementara itu, Hamas menyerukan “langkah segera untuk menghukum” Israel.

Sumber gambar, Reuters

Pemungutan suara untuk menjemput langkah investigasi ini dikerjakan setelah Menteri Luar Kampung AS, Antony Blinken mengakhiri tiga hari kunjungan ke Timur Tengah.

Pada Selasa kemarin, Blinken mengunjungi Tepi Barat, menyerukan gencatan senjata untuk diperkuat dan menjanjikan bantuan untuk membangun Gaza kembali.

Sebelumnya, Blinken menegaskan kembali dukungan “komitmen baja” untuk keamanan Israel.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain