China klaim lakukan ‘mukjizat’ dengan entaskan 100 juta karakter dari kemiskinan, namun klaim itu dipertanyakan

0 Comments

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

6 tanda yang lalu

Presiden China Xi Jinping mengumumkan pada hari Kamis (24/02) bahwa negaranya jadi mewujudkan “mukjizat manusia” dengan memberantas kemiskinan ekstrem, biar sejumlah pihak mempertanyakan etika dan data yang dipakai pemerintah China.

Ratusan juta warga China dilaporkan berhasil terangkat dari kemiskinan sejak reformasi ekonomi pada 1980an.

Beijing mengklaim sekitar 100 juta orang terbantu dari kemiskinan semasa delapan tahun Xi Peri Ping berkuasa.

Tetapi para pakar mengatakan di China terdapat perbedaan jurang sosial yang begitu besar.

Tahun lalu, Pertama Menteri China Li Keqiang mengatakan 600 juta orang tak mampu menyewa dunia di kota besar.

Di dalam upacara mewah di Beijing, Presiden Xi memberikan penghargaan kepada para pejabat dalam pedesaan, beberapa di antaranya mengenakan pakaian tradisional, & berjanji akan membagikan “pengalaman China” ini kepada negeri2 berkembang.

“Tak ada negeri lain yang bisa mengentaskan jutaan orang dari kekurangan dalam waktu yang sedikit, ” kata Presiden Xi, seperti dilaporkan kantor informasi AFP.

“Mukjizat manusia sudah kita ciptakan, yang hendak menjadi catatan sejarah, ” kata Presiden Xi.

China tahun lalu mengeklaim kalau warga miskin sudah jadi dientaskan.

Pemerintah di Beijing menetapkan kriteria miskin merupakan mereka yang berpenghasilan US$2, 30 (Rp32. 000) per hari. Standar ini di atas kriteria Bank Dunia yaitu US$1, 90 (Rp26. 00) per hari, namun di bawah rekomendasi untuk negara berpenghasilan menengah bagaikan China.

Para pejabat lokal mengarah rumah warga satu mulai satu untuk menentukan sapa yang masuk kategori miskin berdasarkan penghasilan, kondisi panti, ketiadaan asuransi kesehatan serta apakah ada anggota anak yang putus sekolah.

Keluarga yang memiliki mobil atau peralatan pertanian dengan besar, secara otomatis tidak akan dianggap sebagai puak miskin.

Bank Dunia mengutarakan China mengentaskan lebih daripada 800 juta orang dari kemiskinan ekstrem sejak pembaruan ekonomi pada 1970-an.

Kepala Xi mengatakan bahwa China sekarang “akan membantu negeri2 berkembang” yang masih berjuang melawan kemiskinan.

Pada 2015, ia bertekad untuk memusnahkan kemiskinan esktrem pada 2020, yang merupakan salah kepala tujuan ambisius Partai Komunis untuk “membangun masyarakat yang makmur”.

Kriteria terlalu sedikit?

Menjelang batas akhir tahun 2020, pemerintah menggelontorkan miliaran yuan untuk membangun hidup dan gedung-gedung apartemen baru serta menawarkan insentif pajak dan subsidi ke komunitas-komunitas miskin di pedesaan.

Sebesar pihak menilai standar tumbuh di China memang meningkat secara dramatis sejak 1970-an ditandai dengan banyaknya warga yang menikmati gaya hidup yang tak terbayangkan oleh generasi-generasi sebelumnya.

Tingkat kemiskinan ekstrem turun dari 66, 3% pada 1990 menjelma hanya 0, 3% di 2018, menurut data institusi kajian Center for Strategic and International Studies.

Hampir setiap orang menyelesaikan rencana wajib belajar, menyamai kondisi di negara-negara maju, dan PBB mengatakan, tingkat mair anak juga turun intelek dalam 20 tahun terakhir.

“Bagi banyak orang di China, standar hidup menyusun siginifikan hanya dalam kurun satu generasi, ” perkataan Martin Raiser, direktur Bank Dunia.

Namun klaim bahwa jutaan orang sudah dientaskan daripada kemiskinan ditanggapi secara sangsi.

Kriteria kemiskinan dinilai terlalu rendah bagi China dan para pengkritik selalu mengatakan ada korupsi dalam program pengentasan kemiskinan. Selain itu, data resmi “disesuaikan sedemikian rupa” untuk menutup target Partai Komunis.

Terry Sicular, guru besar ilmu ekonomi di University of Western Ontario, Kanada, kepada AFP mengatakan bahwa “ada ratusan ribu kasus korupsi di program pengentasan kemiskinan”.

Ini termasuk para pejabat lokal “yang memalsukan bahan dengan memasukkan teman serta anggota keluarga sebagai warga miskin untuk menerima tumpuan finansial dari pemerintah”.

Sicular juga menekankan bahwa etika penghasilan US$2, 30 bola lampu hari terlalu rendah bagi China. Bank Dunia merekomendasikan US$5, 50 per keadaan bagi negara-negara berpenghasilan membuang seperti China.

Martin Raiser, direktur Bank Dunia, mengatakan jika menggunakan patokan US$5, 50 per keadaan, sekitar 13% penduduk China masuk dalam golongan miskin.

Banyak pihak juga mengatakan ada problem lain yang dihadapi pemerintah: kesenjangan sosial.

Tahun lalu, Perdana Gajah Li Keqiang mengatakan 600 juta orang tak bisa menyewa kamar di kota besar.