China tangkap sejumlah dokter yang ambil organ tubuh korban kecelakaan, dengan jalan apa kejahatan ini terbongkar?

0 Comments
China tangkap sejumlah dokter yang ambil organ tubuh korban kecelakaan, dengan jalan apa kejahatan ini terbongkar?

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

2 jam dengan lalu

Sebanyak enam karakter, termasuk beberapa dokter, dijebloskan sebab aparat China ke dalam penjara akibat mengambil organ-organ tubuh sejak para korban kecelakaan secara ilegal, demikan dilaporkan media setempat.

Komplotan itu disebut telah menipu para keluarga korban yang menyangka organ-organ tubuh tersebut diambil untuk disumbangkan secara resmi.

Pada periode 2017 had 2018, komplotan itu telah mengambil liver dan ginjal dari 11 orang di sebuah rumah melempem di Provinsi Anhui.

Sebagaimana dilaporkan media setempat, jaringan pencuri organ awak itu mencakup empat dokter superior yang bertugas mencari organ tubuh di sejumlah rumah sakit.

Bagaimana modus kejahatannya?

Modus kejahatan mereka adalah membidik korban kecelakaan mobil atau pasien yang mengalami pendarahan otak pada Rumah Sakit Rakyat Wilayah Huaiyuan di Anhui.

Kepala unit perawatan sungguh-sungguh rumah sakit tersebut, Yang Suxun, berperan mendekati keluarga korban dan menanyakan kesediaan mereka untuk menyumbangkan organ tubuh sang korban.

Rumpun korban kemudian menandatangani formulir pengesahan yang belakangan diketahui palsu.

Korban langsung dibawa keluar rumah sakit pada tengah malam, dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil minibus dengan sengaja dibuat mirip ambulas. Dalam mobil itulah, para dokter mengambil organ tubuh korban.

Organ-organ tubuh itu lalu dijual kepada individu ataupun rumah sakit lain yang telah dihubungi anggota komplotan secara rahasia, demikian menurut laporan media.

Peristiwa ini terjadi ketika China merasai kekurangan organ tubuh untuk transplantasi tubuh sehingga kewalahan memenuhi seruan melalui mekanisme sumbangan organ awak dari pendonor secara legal & sukarela.

Bagaimana s kema itu terbongkar

Skema kejahatan komplotan tersebut terbongkar ketika putra salah seorang korban menaruh curiga.

Beberapa bulan setelah kematian ibunya pada 2018, Shi Xianglin memeriksa ulang dokumen-dokumen yang diterima keluarga saat mereka menyetujui menyumbang organ tubuh.

Shi menemukan beberapa kejanggalan—termasuk kolom kosong di formulir persetujuan.

Dia kemudian menemukan bahwa tidak ada catatan sumbangan organ tubuh ibunya yang terekam pemerintah provinsi atau Pusat Administrasi Sumbangan Organ China di Beijing.

Kepada jalan Dazhongwang, dia lantas bertanya pada Yang Suxun perihal itu.

Tiba-tiba Shi ditawari uang dalam total besar untuk “tetap bungkam”.

“Saat itulah saya yakin ada sesuatu yang sangat aneh, ” kata Shi.

Dia langsung memberitahu aparat mengenai kejadian yang dialaminya.

Keenam pria yang terkebat jaringan pengambil organ tubuh tersebut divonis bersalah pada Juli semrawut atas kejahatan “secara sengaja mengacaukan jenazah-jenazah”.

Kasus ini baru mengemuka saat ini setelah Shi berbicara kepada media.

Semasa bertahun-tahun China mengambil organ awak dari napi-napi yang dieksekusi tewas demi memenuhi permintaan organ tubuh, praktik yang dikecam masyarakat universal.

Praktik itu resmi dihentikan di dalam 2015, namun para pejabat mengucapkan saat itu akan sulit menjamin kepatuhan.

Negara itu kini mengandalkan sedekah publik untuk mengisi bank bagian tubuh nasional.

Jumlah pendonor di China meningkat dalam beberapa tahun belakang, namun masih rendah jika dipadankan dengan negara lain.

Sebagai tiruan, di China terdapat 4, 4 donasi per satu juta orang, sementara di Spanyol terdapat 49 sumbangan per satu juta karakter.