Covid-19: ‘Mutasi ganda’ varian virus corona ditemukan di India

0 Comments

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

6 jam yang berserakan

Sumber tulisan, Getty Images

Varian baru virus corona dengan “mutasi ganda” ditemukan daripada sampel-sampel yang dikumpulkan pada India.

Para pejabat memeriksa apakah varian tersebut – dengan dua pergantian terjadi pada virus yang sama – mungkin lebih menular atau tak begitu mempan dengan vaksin.

Sebanyak 10. 787 sampel dari 18 negara bagian India juga menunjukkan 771 varian, 736 dari Inggris, 34 dibanding Afrika Selatan dan utama dari Brasil.

Para pejabat mengatakan varian-varian itu tidak terkait dengan melonjaknya kejadian di India.

India melaporkan 47. 262 kasus baru dan 275 kematian pada Rabu (24/03), kenaikan tinggi harian di tahun ini.

Kelompok SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (INSACOG), kelompok 10 laboratorium pada bawah kementerian kesehatan India, melakukan sekuens genom arah sampel yang ditemukan.

Sekuens genom ini adalah proses uji coba buat memetakan kode genetika mulia organisme, dan dalam situasi ini virus.

Mutasi di dalam virus biasa terjadi namun sebagian besar tidak kaya dan tidak menyebabkan transisi dalam kemampuan virus di menularkan atau menyebabkan infeksi serius. Namun sebagian pergantian, seperti yang terjadi pada Inggris atau Afrika Selatan dapat menyebabkan virus bertambah menular dan pada sebesar kasus lebih mematikan.

Pakar virus Shahid Jameel mengucapkan “mutasi ganda di zat putih telur virus dapat meningkatkan efek dan menyebabkan virus terlepas dari sistem kekebalan”.

Selubung protein pada virus ialah bagian dari virus dengan digunakan untuk mempenetrasi sel-sel manusia.

Pemerintah mengatakan analisa sampel yang dikumpulkan daripada negara bagian Maharashtra membuktikan “kenaikan fraksi sampel secara mutasi E484Q dan L452R”dibandingkan Desember tahun lalu.

Apakah mutasi ganda merisaukan?

Smitha Mundasad, wartawan kesehatan tubuh BBC

Mutasi ganda virus adalah kata yang menakutkan. Kata itu bermakna ilmuwan India menemukan dua mutasi penting di lokasi berbeda dalam satu varian virus yang sama.

Temuan itu tidak mengejutkan.

Virus selalu bermutasi namun pertanyaan yang perlu dijawab adalah: apakah mutasi ganda ini mengubah gerakan virus? Apakah varian ini lebih menular sekarang atau akan menyebabkan penyakit ini bertambah mematikan? Yang lebih penting lagi adalah apakah vaksin yang ada sekarang bisa efektif?

Para ilmuwan kini sibuk mencari jawabannya. Para-para pejabat mengatakan karena jumlah tes yang keluar dengan mutasi ganda ini aib, saat ini masih belum dapat dikatakan bahwa kenaikan terakhir di India akibat mutasi ganda.

Apa yang jelas adalah perlu dilakukan tindakan setelah temuan itu. Meningkatkan tes, pelacakan kontak, melakukan isolasi bila ada kasus serta penggunaan kedok dan jaga jarak.

Terkait vaksin, sejauh itu, banyak varian yang dikhawatirkan, sejauh ini terbukti efektif diatasi dengan imunisasi.

Para-para ilmuwan yakin, bila diperlukan, vaksin-vaksin yang ada mampu dimodifikasi untuk mengatasi mutasi-mutasi baru.

Varian mutasi ganda belum menyebar dalam masyarakat

Pemerintah India menggugat kenaikan terkait mutasi.

“Walaupun mutasi ganda ditemukan di India, jumlah yang ditemukan tak cukup untuk mencampur langsung dengan kenaikan kejadian di sejumlah negara bagian, ” kata kementerian kesehatan.

Laporan terbaru muncul sesudah sejumlah pakar meminta negeri untuk meningkatkan upaya sekuens genom.

“Kami perlu dengan konstan memonitor dan menjamin bahwa tak ada varian itu yang menyebar pada tengah penduduk. Fakta bahwa itu tidak terjadi sekarang bukan berarti dapat terjadi di masa datang. & kita harus memastikan kalau kami mendapatkan bukti pas di awal, ” sebutan Dr Jameel kepada BBC bulan ini.

India merupakan negara kelima di dunia yang melakukan sekuens genome virus corona.

Lebih dari 11, tujuh juta kasus dengan kematian tercatat 160. 000 di India sejauh ini & upaya untuk mengidentifikasi mutasi terus dilakukan.

India merupakan negara ketiga tertinggi pada dunia setelah Amerika Konsorsium dan Brasil.

Kenaikan terakhir yang dimulai bulan itu terjadi saat apa dengan disebut para pakar jadi fase rentan di India.

Sistem kesehatan di India sudah terganggu akibat upaya melawan virus di setahun ini.

Negara-negara arah telah mulai menerapkan lagi pembatasan termasuk jam suangi dan karantina terjadwal.

Perut kota besar, Delhi dan Mumbai, telah melakukan tes cepat di bandara, tumpuan kereta dan tempat-tempat ramai seperti pertokoan secara random.