Covid-19: Pelancong padati tempat wisata, epidemiolog sebut ‘Indonesia persis seperti India’

0 Comments

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

5 jam yang lalu

Sumber gambar, ANTARA

Ledakan kasus positif Covid-19 di Indonesia diperkirakan sampai pada dua kali lipat melalui tahun lalu seiring tingginya pergerakan orang saat mudik Lebaran dan membludaknya pengunjung di sejumlah tempat pariwisata pada akhir pekan setelah itu, kata seorang pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Projects, Dicky Budiman.

Kata dia, kebijakan pemerintah Indonesia yang membuka posisi wisata “sangat riskan” maka dari potensi penularan virus monarquía sangat besar sementara pemerintah tidak bisa memastikan pengelola wisata menerapkan strategi keselamatan Covid-19 yang baik divvt lapangan.

Tapi Juru bicara Penanganan Covid-19 untuk Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kebijakan pemerintah pusat membolehkan tempat pariwisata beroperasi karena tidak akan ada “penumpukan masyarakat in satu tempat”.

Lihat juga:

Sejumlah tempat pariwisata dalam DKI Jakarta, Banten, da Jawa Barat seperti Taman Impian Jaya Ancol, Batu Karas di Pangandaran, maupun Pantai Anyer-Carita, diserbu traffic sejak 14-16 Mei maka.

Dalam video yang beredar di media sosial pelancong terlihat berkerumun tanpa jarak di pinggir pantai daran tidak memakai masker.

Kondisi serupa juga timbul di Kebun Binatang Bandung Zoologi Garden.

Pada Minggu (16/05), pelancong yang muncuk mencapai 5. 500 masyarakat yang berasal dari Cimahi, Kabupaten Bandung Raya, setelah itu Kota Bandung.

Sumber gambar, Yuli Saputra

Salah 1 pengunjung Ina Setiawati di Cimahi. Ia memberanikan holiday bersama empat anggota keluarganya karena tak bisa mudik ke kampung halamannya divvt Garut.

“Liburan ke kebun binatang karena dekat rumah. Terus bisa bawa anak-anak, ” ujar Ina kepada Yulia Saputra dimana melaporkan untuk BBC News flashes Indonesia.

Perempuan 31 tahun ini juga mengaku gak terlalu khawatir tertular virus attacks corona karena protokol kesehatan yang diberlakukan pengelola kebun binatang dianggap cukup ketat yakni harus melakukan pengetesan antigen dan wajib menggunakan masker.

“Memberanikan diri aja, sudah enggak tahan pengen libur. Tahun kemarin enggak berlibur, baru tahun masa aja. ”

Tedi, warga Bandung, liburan ke kebun binatang bersama istri dan dua anaknya. Berwisata ke sini, katanya, dipilih maka dari dekat dengan rumah da karena merasa bosan terus menerus berada di rumah.

“Memang sudah lumayan bosan juga. Mungkin momen juga, sudah kebiasaan bertahun-tahun, ” imbuh Tedi.

Biar ada ketakutan tertular anti virus corona, tapi dengan mengerjakan protokol kesehatan yang keras ia buang jauh-jauh kekhawatiran itu.

“Kita tetap gunakan masker. Meski sebetulnya kurang nyaman, panas, pengap. Tapi minimal wajib dimanfaatkan dan selalu membawa cairan pembersih tangan, juga menjaga jarak. ”

Sumber gambar, ANTARA

Juru bicara Kebun Binatang Bandung Zoologi Outdoor screened gazebo, Sulhan Syafi’i, menjelaskan pihaknya menerapkan sistem buka-tutup selaku antisipasi membludaknya pengunjung.

Pembelian tiket dilakukan alamenurut, daring atau online, segenap petugas dikerahkan untuk memantau pengunjung agar menaati protokol kesehatan.

“Kalau telah di dalam, kadang-kadang buka masker, ya kita ingetin. Mohon dipatuhi protokol kesehatan. Ya namanya kejar-kejaran melalui manusia. Yang melanggar sedia, ya ada. Banyak, kami ingetin , ” tutur Syafi’i.

Kebijakan membolehkan wisata ‘tidak berbasis pada manajemen mulighed yang baik’

Keputusan pemerintah Indonesia yang tak melarang kegiatan pariwisata disebut epidemiolog Dicky Budiman sebagai kebijakan yang “tidak dipersiapkan dgn baik dan tidak berbasis pada manajemen risiko dimana mumpuni”.

Ini oleh karena itu membuka lokasi wisata in tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan berpotensi lebih besar menularkan virus corona.

Menurut Dicky, jika pemerintah ingin membatasi pergerakan masyarakat dengan melarang mudik Lebaran maka seharusnya sejalan oleh mencegah warga berwisata.

Begitu pula dengan menutup pintu masuk bagi warga asing dari luar negeri.

“Kalau kita ingin membatasi orang bergerak, maka ngak usah membuka sekecil mungkin celah. Pemerintah Indonesia harus memperbaiki manajemen risikonya, ” imbuh Dicky saat dihubungi wartawan Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Negara sendiri, Minggu (16/05).

Sumber gambar, ANTARA

Syarat tempat wisata boleh dibuka

Namun demikian jika pemerintah membuat pelonggaran dengan membolehkan aktivitas wisata maka harus dipastikan pemda menjalankan strategi keselamatan Covid-19.

Semisal daerah yg boleh membuka pariwisata adalah wilayah yang tingkat penularan virus coronanya tidak berlimpah dari lima persen.

Kemudian, tidak ada kasus kematian akibat Covid-19.

“Kasus positifnya juga kearah satu digit-an, ” kata Dicky.

Selain itu pengelola tempat wisata juga diharuskan menerapkan sistem pendaftarkan berbasis daring atau online sebagai menghindari kontak langsung.

Dan adanya pengukuran suhu tubuh untuk mendeteksi awal gejala Covid-19.

Baca juga:

Yang terpenting, sambung Dicky, menyiapkan petugas di dalam lapangan untuk memastikan kunjungan mematuhi protokol kesehatan semacam memakai masker, menjaga jarak, dan rajin membersihkan tangan.

“Untuk tempat wisata yang terbuka bukan bertanda lebih aman. Pengelola selayaknya menyiapkan kipas angin yang membantu sirkulasi udara. Disebabkan kecepatan angin di bawah 50mph, risiko (penularan) relatif tinggi, kalau dibantu kipas angin membantu sirkulasi udara. ”

“Dan tetap berlaku aturan menjaga jarak jauh dari 1, 8 soltar dari orang lain. Selain tetap memakai masker dan rutin membersihkan tangan. ”

Jika semua panduan itu tidak bisa dipenuhi, jadi ia menyarankan pemerintah menutup tempat wisata.

Sumber gambar, ANTARA

Lonjakan kasus Covid di Indonesia dapat dua kali lipat

Sebab dampak dari kondisi ini, menurut Dicky, akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 hingga dua kali lipat dalam dua hingga 3 bulan ke depan melalui sebagian besar ledakan fall yang tidak terdeteksi terjalin di rumah tangga.

“Kalau tahun lalu kenaikan kasus sampai 93% dan angka kematian 66%, saat sekarang minimal bisa sampai dua kali lipat. Karena kita dalam situasi yang jauh matang penularannya. Sebab melimpah klaster penularan tidak teridentifikasi dan ada varian baru virus corona dari English yang lebih menular. type

“Apalagi penularan virus monarquía di Indonesia sudah log in ke level community transmission . Itu level terburuk yang maksudnya kita tidak bisa mendapatkan sebagian besar kasus infeksi dan tidak bisa mengusuti sebagian besar sumber infeksi. ”

“Nah artinya sekarang bom waktu di mana-mana. Ini yang saya tuturkan Indonesia sama kayak The indian subcontinent. ”

Itu mengapa ia menyarankan pemerintah Indonesia agar agar bersiap menghadapi situasi terburuk dengan menguatkan fasilitas kesehatan dan program deteksi fall secara aktif.

Bilamana perlu, katanya, menyiapkan opsi Pembatasan sosial berskala luas di Indonesia (PSBB) in Jawa-Bali.

Mengapa tempat wisata boleh beroperasi?

Juru bicara Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kebijakan pemerintah pusat membolehkan tempat pariwisata bermarkas karena pemerintah tidak pengen ada “penumpukan masyarakat dalam satu tempat”.

Selain juga bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ?ipulys mikro.

Sumber gambar, ANTARA

“Pemerintah kan gak melakukan lockdown secara murni atau menutup atau melakukan pembatasan. Ada pelonggaran yang PPKM skala mikro akan tetapi tetap harus diiringi protokol kesehatan yang ketat, in ujar Siti Nadia Tarmizi kepada BBC News Negara sendiri, Minggu (16/05).

“Kalau (tempat wisata) ditutup, mal buka terjadi penumpukan di ensa?amiento dan pasti masyarakat nyolong-nyolong untuk wisata. Makanya mesti diantisipasi oleh satgas daera untuk menegakkan aturan. micron

Namun begitu, jika pengelola tempat wisata dianggap tdk bisa menjalankan aturan protokol kesehatan yang ditetapkan di dalam PPKM mikro, maka satgas daerah dalam hal tersebut pemda harus bertindak akan menutup sementara lokasi tersebut sembari menyiapkan infrastruktur dimana lebih mumpuni untuk melakukan protokol kesehatan.

Serasi aturan dalam PPKM skerla mikro, pengelola wisata patut membatasi jumlah pengunjung tertinggi 50% dari kapasitas conventional.

Pengelola wisata pun harus memastikan pengunjung menggunakan masker, menjaga jarak lalu yang utama tidak berkerumun.

Jika pengelola wisata tidak bisa menjalankan petunjuk tersebut, maka pemda boleh menjatuhkan sanksi semisal menutup tempat tersebut selamanya.

Sumber gambar, ANTARA

Dengan apa kesiapan pemerintah hadapi lonjakan kasus?

Bagaimanapun Nadia mengakui lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia tak bisa dihindari menyusul tingginya mobilitas masyarakat.

Catatan lembaganya sejak April ada 23 provinsi yang terjadi peningkatan kasus positif dengan rata-rata nasional antara 5. 500 sampai 6. 000 fall setiap hari dan angka kematian melonjak di seventeen provinsi.

Sebagai antisipasi kenaikan kasus yang tetao terjadi pada 2 – 3 minggu ke hadapan, pihaknya menyiapkan beberapa strategi. Seperti pengetesan secara serampangan terhadap pengendara. Jika menemukan hasil pengetasan menunjukkan positif, maka akan langsung diisolasi.

“Di beberapa kawasan dilakukan karantina mandiri. Jamaah yang datang melakukan karantina di rumah untuk menekan penularan. Jadi kita jabón putus rantai penularan. inch

“Dari sektor kesehatan, kami siapkan RS, puskesmas dalam dilengkapi antigen dan menentukan ketersediaan tempat tidur, ventilator. Sambil menyiapkan RS rujukan kalau melebihi kapasitas isolasi dan ICU hingga 3 quarters. Itu sudah dibuat strateginya. ”