Covid di India, Indonesia ‘kebobolan’ dengan 10 kasus di tengah ‘kelemahan’ melacak penyaluran varian baru

0 Comments

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

3 tanda yang lalu

Sumber gambar, Ravi Kumar/Getty

Seorang ahli aib menular mengatakan dia kacau terhadap kemampuan Indonesia di upaya penelusuran kontak terpaut penyebaran varian baru Covid-19 India yang sudah mendalam ke Indonesia.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan kejadian itu menanggapi terungkapnya tersedia 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui positif terpapar varian perdana virus tersebut.

“Kita sudah lemah dari awal [dalam pelacakan kasus], ” kata Dicky Budiman kepada BBC News Indonesia, Selasa (27/04).

Dicky mengkhawatirkan kemampuan pemerintah Nusantara untuk melacak kapan, pada mana dan bagaimana pangkal mula 10 orang itu terpapar, karena menurutnya pola pelacakannya ( contact tracing ) “lemah sejak awal”.

“Saking tidak jelasnya, dari mana [awal mula kasus] ini sudah tidak jelas, ” ujarnya. “Ini yang terjadi di Indonesia.

Membaca juga:

Sebelumnya, Gajah Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian segar virus corona yang tersedia di India sudah cerai-berai di beberapa wilayah di Indonesia.

Sumber gambar, Umarul Faruq/ANTARA FOTO

“Virus tersebut sudah masuk juga pada Indonesia, ada 10 orang yang sudah terkena virus, ” kata Budi Gunadi di Jakarta, Senin (26/04).

Dia menjelaskan, dari 10 orang, enam di antaranya merupakan kasus impor ataupun berasal dari luar kampung.

Adapun sisanya ialah transmisi lokal, yaitu pada Sumatera dua orang, seorang di Jawa Barat, dan seorang lagi di Kalimantan Selatan.

Tetapi Sifat Gunadi tidak merinci tanda varian atau hasil mutasi virus corona yang bersumber dari India itu.

‘Indonesia kebobolan’

Lebih lanjut Dicky Budiman mengaku dia tak terlalu heran ketika mendapati Indonesia “kebobolan” dengan kejadian varian baru covid-19 lahir di Indonesia.

Kala beberapa kasus varian terakhir itu ditemukan di suatu komunitas, menurutnya, itu artinya virus “sudah menyebar dan sudah banyak” yang terpapar.

“Jadi, tidak cuma di komunitas itu saja, ” kata Dicky. Kejadian ini dia tekankan varian baru ini memiliki “kekuatan dalam kecepatan penularan”.

Sumber gambar, Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Apabila virus Covid-19 membutuhkan dua minggu untuk penyebarannya, maka varian baru ini bisa dalam seminggu.

“Sehingga, dari satu bulan itu, bisa ribuan, ” jelas Dicky.

Baca juga:

Apabila Indonesia tak mampu memperbaiki kinerjanya di dalam melacak kasus, demikian Dicky, akan muncul situasi “sulit”.

“Ini adalah zaman yang kritis buat Indonesia, ” ujarnya.

Untuk itulah, dia meminta agar pemeritah terus meningkatkan upaya menyekat dan mengawasi mobilitas bagian masyarakat di pintu perbatasan, baik darat, laut, ataupun udara.

“Tindakan karantina, tercatat juga penguatan di pada merespon 3T (test, tracing, dan treatment), vaksinasi terutama bagi kelompok rentan, 5M, serta surveil l ance genomic (pelacakan genom), harus ditingkatkan, ” kata Dicky.

Apa langkah pemerintah?

Pemerintah Indonesia menyatakan berkomitmen melakukan pembatasan mobilititas nasional dan internasional yang mau masuk ke Indonesia buat mencegah importasi antar negara maupun daerah.

Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, mengatakan, kelakuan pemerintah pada skala universal, yaitu himbauan kepada WNI agar menunda kepulangan dengan tidak mendesak.

Pemerintah serupa menetapkan prosedur screening dan karantina di pintu pinggiran.

Sumber gambar, Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

“Kepada negara yang sedang mengalami genting covid-19, yaitu India, merupakan menolak kunjungan orang ganjil dengan riwayat perjalanan pada India dalam 14 keadaan terakhir, ” kata Resi di Jakarta, Selasa (26/04).

“Pemberian visa buat WNA asal India ditangguhkan tatkala, ” tambahnya.

Namun begitu, Wiku menggaribawahi bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat dipengaruhi oleh “kerjasama antara kelompok dan petugas di lapangan”.

“Mohon pastikan bahwa mekanisme screening dan karantina terlaksana di lapangan, agar kita mampu optimal, mencegah importasi kasus, ” katanya.

Hasil pemeriksaan 12 orang awak India yang positif

Ditanya tentang hasil whole genome sequencing (WGS) untuk pelajaran varian virus Covid-19 daripada para warga negara aneh (WNA) India yang padahal diisolasi, Wiku mengatakan, hasilnya belum diketahui.

“Sampai masa ini hasil WGS dengan dilakukan kepada 12 WNA dari India belum lengkap, akan segera kami informasikan jika hasilnya sudah muncul, ” katanya.

Sebanyak 117 orang warga negara India yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (21/04), 12 karakter di antaranya dinyatakan membangun Covid-19, menurut Kementerian Kesehatan tubuh.

Sumber gambar, SISWOWIDODO/ANTARA FOTO

Menjawab pertanyaan tentang sangkaan suap seorang warga Nusantara yang baru tiba sejak India kepada “dua orang oknum” di Bandara Soeharto-Hatta, Wiku mengatakan pihaknya “tidak bisa menolerirnya”.

Warga berinisial JD itu, menurut petugas, berusaha menyuap oknum pada bandara agar dibebaskan dari kewajiban karantina selama 14 hari. Mereka sudah ditangkap oleh kepolisian.

“Jangan pernah berani bermain dengan nyawa karena satu hidup sangat berarti dan ternilai harganya, ” kata Resi.

Bagaimana perkembangan terkini di India?

Pelaksana fungsi penerangan sosial dan budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi, India, Hanafi mengatakan, aib oksigen dan fasilitas tempat tidur di rumah sakit serta fasilitas kesehatan di India menjadi sorotan media.

Laporan-laporan itu menyoroti sejauh mana kemampuan pemerinta India siap memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut di tengah naiknya angka awak yang terpapar Covid-19.

Sumber gambar, SANJAY KANOJIA/AFP

Sketsa situasi seperti ini, serupa itu Hanafi, menimbulkan “kekhawatiran & ketakutan” pada sebagian bangsa negara itu, termasuk WNI yang tinggal di kian.

“Saya sendiri, secara angka 350. 000 bohlam hari [yang terpapar], tentulah ada rasa khawatir & takut, ” ungkapnya masa dihubungi BBC New Indonesia, Selasa (27/04) pagi.

Namun demikian, sejauh pengamatannya, dengan umum tidak terlihat kepanikan di kalangan masyarakat India.

“Yang ‘ramai’ itu di fasilitas-fasilitas kesehatan, namun di tempat lain, makin sedang lockdown, kondisinya mati dan lalu lintas sangat terbatas, ” ungkap Hanafi.

Meskipun demikian, masyarakat nisbi tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok, makanan, obat-obatan, lantaran layanan pengantaran (delivery) masih diizinkan.

“Itu yang membuat masyarakat lebih sepi, ” tambahnya.

Bagaimana kadar WNI yang tinggal di India?

Di India, ada 750 Warga Negara Indonesia (WNI) yang main dan sekolah. Menurut rencana KBRI di New Delhi, mereka tersebar di 18 negara bagian.

KBRI telah dan terus “membangun komunikasi” dengan mereka melalui whatsapp group atau zoom. “Kami juga bahkan kontak utama per satu untuk memperhatikan kondisi mereka, ” ujarnya.

Sumber gambar, SANJAY KANOJIA/AFP

Dalam proses itulah, KBRI menyebarkan informasi yang “perlu mereka ketahui” serta “himbauan”.

Dari komunikasi itulah, KBRI memperoleh laporan ada tersedia 29 WNI yang membangun terpapar virus corona. Itu saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Tapi mungkin angkanya sudah turun, ada satu atau perut sudah sembuh hari itu (Selasa, 27 April 2021), ” tambah Hanafi.

Status di rumah sampai ‘badai berlalu’

Ditanya apakah KBRI di New Delhi menyidik informasi dari para WNI yang tertular virus tersebut perihal bagaimana mereka tertular, Hanafi mengaku sudah melakukannya.

Menurutnya, sebagian WNI yang terpapar mengaku “tidak sungguh-sungguh paham” di mana, surat dan bagaimana mereka tertular.

Sumber gambar, PRAKASH SINGH/AFP

“Tiba-tiba saja merasa tak enak badan, atau terakhir ketahuan setelah kantornya melangsungkan PCR, ” ungkapnya. “Tapi mereka tidak tahu pada mana terpaparnya. ”

“Karena dari angka yang sejenis tinggi [yang tertular covid] di India, kekuranghati-hatian kecil pun kita bisa terpapar, ” ujarnya.

Hanafi mengaku “mengurung diri” di vila agar tidak tertular infeksi ini. Hal ini sepaham dengan kebijakan KBRI pada New Delhi yang telah memutuskan agar semua berlaku dari rumah.

KBRI selalu menyarankan agar semua awak Indonesia yang tinggal dalam India agar tinggal di rumah dulu “sampai angin besar ini berlalu”, katanya.