Covid: Vietnam mendeteksi varian mutakhir gabungan varian Inggris & India, sudah masuk di Indonesia?

0 Comments

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

7 jam dengan lalu

Sumber gambar, Reuters

Vietnam telah mendeteksi sebuah varian baru Covid yang sanggup menyebar dengan cepat pada udara. Varian ini boleh merupakan kombinasi varian Inggris dan India, sebut para-para pejabat setempat.

Gajah Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, merujuk mutasi terbaru ini sebagai varian dengan “sangat berbahaya”.

“Vietnam telah mengungkap varian baru Covid-19 yang menggabungkan karakteristik besar varian yang pertama kala ditemukan di India serta Inggris, ” kata Nguyen dalam rapat pemerintah sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ditambahkannya, varian baru ini bertambah mudah menyebar di suasana dari varian-varian sebelumnya. Varian baru tersebut ditemukan setelah melakukan pengurutan sekuens genom terhadap pasien-pasien baru, serupa itu dilaporkan surat kabar daring VnExpress.

Kode genetika varian ini, menurut Nguyen, akan dipublikasikan dalam masa dekat.

Baca pula:

Virus terus bermutasi dan sebagian besar variannya tidak banyak berdampak, tetapi beberapa di antaranya malah lebih menular.

Varian Covid-19 pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober lalu, yaitu B. satu. 617. 2. Menurut sebesar pakar, varian ini lebih mudah menular ketimbang varian Inggris/Kent, yaitu B. 1. 1. 7.

Berdasarkan buatan penelitian, sejumlah vaksin bagaikan Pfizer dan AstraZeneca, benar efektif melawan varian India setelah pemakaian dua dosis. Namun, perlindungan dari satu dosis terlihat berkurang.

Tidak ada bukti bahwa pergantian virus corona menimbulkan penyakit yang lebih serius terhadap mayoritas orang.

Covid-19, baik varian maupun versi aslinya, tetap sangat berisiko bagi kaum manula atau orang-orang yang mengidap penyakit bawaan.

Meski demikian, virus dengan jauh lebih mudah menular dan punya bahaya dengan sama akan menimbulkan bertambah banyak kematian pada warga yang belum divaksinasi.

Vietnam mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan final. Tercatat lebih dari enam. 700 kasus virus corona telah bermunculan sejak depan pandemi. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya menyembul sejak akhir April 2021.

Menurut data Johns Hopkins University, terdapat 47 karakter yang meninggal dunia terpaut Covid di Vietnam.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Apa saja varian corona yang ada di Indonesia?

Sejauh ini terpantau tujuh varian corona yang jadi teridentifikasi di Indonesia, yaitu varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, & B1351.

Pemerintah Indonesia belum merilis informasi apakah varian baru yang terdeteksi dalam Vietnam telah ditemukan di Indonesia.

Wiku Adisasmito, Pemimpin Tim Pakar dan Ujung Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, mengatakan pemerintah berupaya mengantisipasi masuknya varian terakhir dari luar negeri dengan memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran yang kembali ke kampung kaca.

Namun, seberapa cepat negeri Indonesia mendeteksi varian segar virus corona?

Jawabannya: lama, seperti diutarakan pakar biomolekular Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo.

“Jika Inggris melakukan sampling dengan sangat bernafsu ketika ditemukan kasus serta klaster besar, mereka cepat melakukan genome sequencing. Indonesia, masalahnya, kita tidak memiliki kemewahan itu, ” logat Ahmad.

Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi dari Departemen Kesehatan mengungkap alasan mengapa diperlukan waktu hampir 4 bulan untuk mengonfirmasi varian baru dari Afrika Selatan terdeteksi di Indonesia.

Dia mengatakan hanya ada 17 laboratorium – dari sekitar 700 laboratorium yang ada di Indonesia – yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk menyelami varian virus Covid-19

“Dan mengapa prosesnya lama, ini sangat tergantung pada dengan jalan apa pengambilan spesimen. Karena daripada pengambilan spesimen, dia kudu mengalami suatu proses jika proses itu baik serta menghasilkan kualitas spesimen yang sesuai, itu baru bisa dibaca oleh mesinnya. Karena kalau spesimennya tidak bagus dan dalam prosesnya tidak baik, pasti akan dibaca negatif oleh mesinnya. Ini lebih memang perlu sedikit kehati-hatian, ” katanya.

Mematok saat ini, baru ada sekitar 1. 771 sekuens genom virus corona pada Indonesia, atau hanya 0, 098% dari total kejadian di seluruh dunia, dengan diunggah ke Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID), sebuah ide global dan sumber sari yang menyediakan akses terkuak ke data genom virus influenza dan corona dengan bertanggung jawab atas pandemi Covid-19.

Minimnya data informasi genom ini akan besar pada penanganan Covid-19.