Dongeng seorang ayah di Kashmir yang terus menggali tanah untuk menemukan putranya

0 Comments

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

46 menit yang lalu

Sumber gambar, Abid Bhat

Agustus berarakan seorang tentara India diculik sekelompok laki-laki di Kashmir, kawasan yang secara tata laksana berada dalam kendali India. Keluarga tentara itu tetap dia sudah meninggal. Tetapi ayahnya terus berusaha memeriksa jenazah si prajurit.

Mobil tentara bernama Shakir Manzoor ditemukan hangus.

Ayah Skahir, Manzoor Ahmad Wagay, menerima informasi tersebut sehari setelah mendengar informasi penculikan putranya.

Di sebuah kebun apel yang berpisah sekitar 15 kilometer lantaran mobil itu, polisi menjumpai potongan kemeja coklat muda dan kaos hitam Shakir. Keduanya berlumuran darah.

Itu adalah informasi terakhir terkait hilangnya Shakir.

Menyuarakan juga:

Pada malam tanggal 2 Agustus 2020, Shakir yang berusia 24 tahun sempat ikut merayakan Idul Fitri di rumahnya di Shopian.

Shopian merupakan sebuah distrik penuh parak apel di wilayah Pegunungan Himalaya.

Keluarga Shakir yakin, mobil laki-laki Muslim beretnis Kashmir yang bekerja untuk militer India itu dihentikan pemberontak separatis saat tempat berkendara ke baraknya.

“Beberapa dari pemberontak itu menyelap dan mobilnya kemudian mengayunkan pergi, ” kata Shahnawaz, adik bungsunya, mengutip para-para saksi mata.

Shahnawaz berkata, tidak ada dengan tahu ke mana mobil itu pergi.

Shahnawaz mengiakan melihat mobil Shakir hadir dari arah yang berlawanan saat dia pulang ke rumah dengan sepeda motornya.

“Mobil itu sempurna dengan orang yang beta tidak kenali”, ujarnya.

“Kamu mau pergi ke mana? ” teriak Shahnawaz pada abangnya saat itu.

“Jangan ikuti aku, ” ujar Shahnawaz meniru balasan Shakir.

Sumber gambar, Manzoor family

Lebih dari sembilan bulan sejak penculikan, ayah mereka terus mencari jenazah Shakir.

Manzoor Ahmad Wagay, ayah mereka, memulai pencarian itu dari desa wadah pakaian Shakir ditemukan.

Pencariannya meluas hingga radius bertambah dari 50 kilometer, meliputi perkebunan hijau yang kaya, aliran air, hutan lebat, dan sejumlah desa.

Shahnawaz memutuskan berhenti kuliah untuk membantu ayahnya. Mereka kira-kira kali menyewa ekskavator untuk menggali anak sungai yang menjadi hilir gletser Himalaya dan mengairi Kashmir.

“Teman-teman kami dan bahkan tetangga kami datang membawa sekop setiap kali kami kudu mencari lokasi baru, ” kata Shahnawaz.

Tak periode setelah Shakir hilang, itu menemukan jenazah, yang ternyata, menurut keterangan polisi, merupakan tetua desa yang diculik dan dibunuh milisi lokal.

Sumber gambar, Abid Bhat

Kepala kepolisian setempat, Dilbag Singh, baru-baru ini berkata bahwa pihaknya masih terus mencari Shakir. Namun dia tidak menjelaskan secara rinci upaya penyelidikan itu.

BBC mencoba menghubungi Singh dan wakilnya, Inspektur Jenderal Vijay Kumar, untuk memberikan perkataan tentang kasus ini. Bakal tetapi mereka tidak menanggapi permohonan wawancara itu.

Sebati hukum yang berlaku pada wilayah itu, seseorang bakal dinyatakan meninggal tujuh tarikh setelah dilaporkan hilang.

Dalam buku resmi kepolisian, Shakir tetap dinyatakan kering. Namun dalam tragedi yang terlihat di depan lengah mereka, keluarganya terhina akan status itu.

“Anakku menyerahkan nyawanya untuk negara. Bila dia telah bergabung dengan milisi, biarkan pemerintah menyatakannya di depan umum, ” kata ayah Shakir, Ahmad Wagay.

“Dan jika dia dibunuh oleh milisi, kok pemerintah menodai kemartirannya? ” ucapnya.

Dalam konflik Kashmir yang tak kunjung usai, banyak diantara kita kerap menghilang minus jejak.

Ribuan karakter dilaporkan hilang dalam percekcokan antara milisi Kashmir serta militer India dalam 20 tahun terakhir.

Namun dalam kota Shopian yang dipelihara dengan kekuatan masif militer India, menculik seorang prajurit adalah tindakan yang benar berani.

Sumber gambar, Abid Bhat

Wagay, seorang petani kelas menengah, merefleksikan masalah yang dihadapi banyak rumpun di Kashmir. Banyak karakter muda di kawasan itu meninggal saat menjalankan suruhan untuk pasukan keamanan.

Orang-orang ini mengambil risiko mendapat perundungan dari warga lokal karena bekerja dengan militer India.

Di sisi lain, banyak yang percaya, militer India tidak sudah mempercayai orang-orang Kashmir tersebut sepenuhnya.

Wagay berkata, dia telah memperingatkan Shakir agar tidak bergabung dengan militer India.

“Tapi dia tidak mendengarkan saya. Dia benar bersemangat tentang kedinasan tentara. Dia tidak membedakan karakter Hindu dan Muslim, ” kata Wagay.

Dalam jalan mencari Shakir, keluarganya saat ini mengharapkan bantuan pertapa serta terus mendaraskan doa di kuil.

Ketika saya bertemu Wagay pada hari Minggu sore yang mendung serta suram di Kota Srinagar, 80 kilometer dari Shopian, dia terlihat kelelahan.

Wagay baru saja kembali dari pertemuan dengan seorang pertapa agama yang mengaku memiliki “ilmu” untuk menemukan jenazah Shakir.

Sumber gambar, Abid Bhat

“Saya mulai kematian kepercayaan pada para pertapa ini, ” kata Wagay kepada istrinya, Aisha.

“Dia minta kami mencari dalam tempatnya pakaian Shakir ditemukan, seolah-olah kami belum melakukannya, ” kata Wagay secara nada marah.

“Tidak tersedia satu pun pertapa dalam Kashmir yang belum kami temui, ” ujar Aisha menimpali.

“Anak perempuan kami menyumbangkan perhiasan aurum mereka ke kuil. Awak tidak akan menyerah, ” ucapnya.

Wagay berkata mau terus menggali kapan pun dia mendapat petunjuk perdana.

“Tuhan telah memberi petunjuk yang cukup untuk saya. Kami tahu Shakir wafat pada hari pakaiannya terlihat. Kami sudah mengucapkan ciri pemakamannya, ” ujar Wagay.

“Tapi saya akan tetap mencarinya selama saya sedang ada hidup, ” katanya.

Jehangir Ali merupakan jurnalis independen yang susunan di Srinagar