Kudeta Myanmar: Pengurus partai NLD meninggal dunia dalam tahanan

0 Comments

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

7 Maret 2021, 08: 38 WIB

Diperbarui 5 jam yang lalu

Seorang pengurus partai Bon Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi telah meninggal dunia dalam tahanan di Myanmar setelah ditangkap aparat kebahagiaan di Yangon.

Pihak keluarga mengambil jenazah U Khin Maung Latt dari rumah sakit di Minggu (07/03). Mereka diberitahu bahwa ia meninggal dunia setelah “tak sadarkan diri”.

Ia secara aktif berkampanye untuk calon-calon anggota parlemen dari NLD dalam pemilu November tahun 2020 dan juga dikenal jadi sosok yang berkecimpung pada kegiatan sosial, lapor media setempat.

Ia “dipukuli dan ditendang sebelum diciduk dari rumahnya” pada Sabtu malam (06/03), sebagaimana diungkapkan sejumlah saksi mata pada media setempat.

Foto-foto menunjukkan kain dengan noda darah yang dibalutkan pada kepala pria berumur 58 tahun itu.

Pihak berwenang tidak memberikan petunjuk kepada media tentang kematian ini.

Protes dan pemogokan massal masih terjadi dalam Myanmar, menyusul kudeta tentara bulan lalu.

Pasukan kesejahteraan telah mengambil tindakan sungguh-sungguh terhadap demonstran dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

Permintaan untuk menahan para-para polisi

Di dalam perkembangan lain, Myanmar sudah meminta India untuk mengembalikan beberapa anggota polisi dengan melintasi perbatasan demi mencari perlindungan setelah menolak buat melaksanakan perintah militer.

Pejabat India mengatakan sebesar petugas polisi dan tanggungan mereka telah melintasi pinggiran dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah surat, bagian berwenang Myanmar meminta India untuk mengembalikan para petugas dan keluarganya “untuk melindungi hubungan persahabatan”.

Deputi Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior di kawasan Champhai di negara arah Mizoram, India, mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima tulisan dari distrik Falam pada Myanmar yang meminta kepulangan para petugas polisi.

Tulisan itu mengatakan bahwa Myanmar memiliki informasi tentang delapan petugas polisi yang menyeberang ke India.

“Untuk melestarikan hubungan persahabatan antara ke-2 negara tetangga, Anda secara hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba pada wilayah India itu & menyerahkannya ke Myanmar, ” bunyi surat itu.

Zuali mengatakan tempat sedang menunggu instruksi lantaran kementerian dalam negeri India di Delhi.

Menurut Reuters, sekitar 30 orang, yang termasuk para anggota kepolisian dan anggota keluarga itu, telah melintasi perbatasan ke India untuk mencari perlindungan dalam beberapa hari final.

Pada hari Sabtu, sejumlah warga Myanmar lainnya menunggui di perbatasan, berharap bisa melarikan diri dari keributan tersebut, sebagaimana dilaporkan biro berita AFP yang mengambil pejabat India.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Bagaimana kerusuhan dimulai?

Militer Myanmar merebut adikara pada awal Februari setelah menahan pemimpin yang terpilih secara demokratis, Aung San Suu Kyi.

Beberapa keadaan kemudian, gerakan demonstrasi biasa dimulai. Banyak orang menumpukan untuk kembali bekerja & beberapa mengambil bagian pada protes di jalan.

Pasukan keamanan Myanmar merespons dengan tindakan keras -dengan menembakkan peluru langsung ke pengunjuk rasa yang tidak bersenjata. Militer belum berkomentar tentang kasus-kasus kematian yang terjadi.

Lebih dari satu. 700 orang telah ditahan sejak kudeta tersebut, taat kepala hak asasi bani adam PBB Michelle Bachelet, termasuk anggota parlemen, pengunjuk mengalami, dan setidaknya 29 wartawan.

Bachelet mengatakan angkanya bisa jauh lebih tinggi sebab skala protes yang tumbuh dan kesulitan dalam memeriksa perkembangan.

Profil negara Myanmar

  • Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, merdeka dari Inggris di dalam tahun 1948. Hampir sepanjang sejarah negaranya, Myanmar berada di bawah kekuasaan tentara
  • Pembatasan-pembatasan mulai longgar sejak 2010 & seterusnya, yang mengarah di pemilihan bebas pada 2015 dan pelantikan pemerintahan yang dipimpin oleh pemimpin oposisi veteran Aung San Suu Kyi pada tahun berikutnya
  • Pada tahun 2017, tentara Myanmar menyikapi serangan terhadap polisi sebab militan Rohingya dengan tindakan keras yang mematikan. Peristiwa ini mendorong lebih dari setengah juta Muslim Rohingya melintasi perbatasan untuk membongkar-bongkar perlindungan ke Bangladesh, perkara yang oleh PBB disebut sebagai “contoh buku teks terkait pembersihan etnis”