Motor Ryanair dipaksa mendarat serta tiba-tiba menukik – ‘Kami mengira pesawat akan jatuh’

0 Comments

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

25 Mei 2021, 11: 21 WIB

Diperbarui sejam dengan lalu

Sumber gambar, EPA

Pesawat maskapai Ryanair arah Athena-Vilnius tiba-tiba berubah pedoman ke Belarus, pada hari Minggu (23/05), agar amtenar setempat bisa menangkap lengah seorang penumpang, yaitu jurnalis Roman Protasevich.

Media pemerintah di Belarusia menyebut, Presiden Alexander Lukashenko—yang telah berkuasa sejak 1994—yang memerintahkan pesawat itu dialihkan ke Minsk.

Para penumpang pesawat maskapai Ryanair menerangkan apa yang ada dalam benak mereka ketika pesawat yang mereka tumpangi tiba-tiba berubah arah tanpa tersedia penjelasan.

Baca pula:

Motor dengan nomor penerbangan FR4978 tersebut berangkat dari Yunani dan semestinya mendarat dalam Vilnius, Lithuania.

Tetapi, saat sedang mengudara, motor penumpang itu tiba-tiba diapit pesawat jet tempur.

Pilot Ryanair kemudian mengumumkan perubahan arah secara darurat, tapi tidak menjelaskannya secara rinci.

Belakangan para penumpang mendapati bahwa pesawat tersebut dipaksa mengubah arah dan mendarat di ibu kota Belarusia, Minsk, pada hari Minggu (23/05).

Di kian, aparat setempat langsung menangkap salah satu penumpang, seorang jurnalis bernama Roman Protasevich (26 tahun).

“Kami semua yang berada di pesawat, panik, karena kami mengira pesawat ini bakal anjlok, ” kata warga Lithuania penumpang Ryanair, Raselle Grigoryeva, kepada ABC News .

“Pesawat tiba-tiba menukik, ketinggian berubah secara sangat drastis. Kasar seluruhnya. Saya tak pernah merasakan hal seperti ini pada dalam pesawat. Semua karakter terkejut, ” katanya.

Sebelum sempat mencapai perbatasan Lithuania, pesawat tersebut lantas berbelok ke timur ke pokok Minsk.

Belarusia sempat menyebut ada intimidasi bom sehingga arah motor harus diubah, tapi permintaan tersebut ternyata palsu.

Penumpang lainnya, yang menyebut dirinya bernama Mantas, memaparkan kepada kantor berita Reuters bahwa dalam saat pilot mengumumkan motor berbelok ke Minsk, Protasevich berdiri dan membuka kabin di atas kepala dan mengambil kopernya.

“[Dia] mengambil koper, serta berusaha untuk memisahkan bahan bawaannya, seperti komputer yang ia titipkan kepada pacarnya, ” kata Mantas.

“Menurut saya, ia sudah melakukan kesalahan. Saat tersebut ada banyak orang untuk menitipkan barang bawaannya, tercatat kepada saya, dan bukan kepada pacarnya, yang hamba pikir juga ikut ditangkap. ”

Sumber gambar, Reuters

Mantas menambahkan, bahwa dia menyaksikan petugas keamanan dalam Bandara Minsk menggunakan asu pelacak untuk mencari koper milik Protasevich.

Sementara tersebut, satu penumpang lainnya yang enggan disebut namanya, mengucapkan para petugas menggunakan gaya fisik saat menangkap jurnalis Protasevich, yang tampak “sangat ketakutan”.

Penumpang tersebut menambahkan, “Saya melihat langsung ke arah matanya, tempat tampak sangat sedih. ”

Penumpang bernama Edvinas Dimsa, 37 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa sangat terang sekali saat itu Protasevich “sangat ketakutan”.

“Kalau saja ada jendela yang terbuka, ia mungkin mau melompat keluar. ”

Sumber gambar, Getty Images

Penumpang lainnya mengatakan kepada media di Lithuania, bahwa baik Protasevich relatif tenang, dia tampak gemetar ketika membiarkan pesawat sembari dikawal aparat keamanan “sepanjang waktu”

“Kami bertanya kepadanya, apa yang terjadi… dia menjawab: ‘hukuman mati sudah menunggu aku di sini’. ”

Bukti lainnya menggambarkan bagaimana Protasevich segera menunjukkan dirinya kepada petugas, yang kemudian tampak menyita paspornya.

Penumpang beruang di Minsk berjam-jam minus informasi

Penumpang yang tersisa ditahan di bandara Minsk selama berjam-jam karena koper dan dokumen mereka diperiksa.

“Kami berada di kian selama delapan jam. Saya tak mendapat informasi barang apa pun mengenai apa yang telah terjadi, kami cuma mengetahuinya melalui internet, ” kata seorang penumpang pada Reuters.

Sumber gambar, PETRAS MALUKAS/GETTY IMAGES

Pesawat Ryanair dengan nomor penerbangan FR4978 lalu terbang lagi dan datang di Vilnius sekitar memukul 21: 30 waktu setempat.

Protasevich adalah mantan editor Nexta , sebuah media yang berfungsi dengan saluran Telegram.

Dia meninggalkan Belarusia dalam 2019 dan hidup di dalam pengasingan di Lithuania. Sebab sana, dia meliput pemilu presiden Belarusia pada 2020. Setelah itu dia dituduh melakukan terorisme dan mengusik kerusuhan.

Bagaimana respons suku Roman Protasevich?

Ayah Roman Protasevich, Dimitri Protasevich, mengaku kepada BBC bahwa dia “benar-benar takut” apa dengan akan dilakukan aparat Belarusia terhadap putranya.

“Kami berniat dia akan mampu bertahan. Memikirkannya saja kami kecil, tapi kemungkinan dia mau dipukuli dan disiksa. Ana benar-benar takut itu, ” paparnya dalam panggilan video.

“Kami sangat syok & amat kesal. Hal semacam ini seharusnya tidak terjadi pada abad ke-21 dalam tengah Eropa.

“Kami berharap seluruh komunitas internasional, tercatat Uni Eropa, akan memberi tekanan baru terhadap abdi. Kami berharap tekanan akan berhasil dan aparat hendak menyadari mereka berbuat kesalahan yang amat besar. ”

Roman Protasevich ditahan beriringan kekasihnya, Sofia Sapega.

Pokok Sofia mengatakan kepada BBC bahwa perempuan berusia 23 tahun itu dibawa ke sebuah penjara di Minsk. Menurutnya, kata terakhir yang dikirimkan Sofia melalui aplikasi WhatsApp adalah ‘Ibu’. Tuduhan terhadap Sofia belum sahih.

Sementara itu, video yang menampilkan keadaan Protasevich telah mengemuka pada Senin (24/05).

Dalam video itu, Roman Protasevich mengatakan dirinya di dalam kondisi sehat dan membenarkan kejahatan yang dituduhkan aparat Belarusia. Namun, para pelopor, termasuk pemimpin kubu oposisi, menuding aparat telah menekan Protasevich agar mau mengiakan.

Seusai kejadian penangkapan Protasevich, Uni Eropa memutuskan buat melarang pesawat-pesawat maskapai Belarusia mengudara di wilayah Eropa.

Ke-27 negara anggota serupa menginstruksikan seluruh maskapai pokok Uni Eropa tidak mengudara di wilayah Belarusia. Rangkaian sanksi ekonomi terhadap Belarusia akan menyusul.

Belarusia ialah satu-satunya negara di Eropa yang masih mengeksekusi tahanan.

Kepada para penumpang Ryanair, Protasevich mengaku dirinya gamang bakal menghadapi hukuman hancur.