Nagorno-Karabakh: ‘Beberapa menit’ setelah gencatan senjata, Armenia dan Azerbaijan saling miring ‘menembakkan artileri dan roket’

0 Comments
Nagorno-Karabakh: 'Beberapa menit' setelah gencatan senjata, Armenia dan Azerbaijan saling miring 'menembakkan artileri dan roket'

Armenia serta Azerbaijan menuding satu sama asing telah melanggar gencatan senjata atas nama kemanusiaan di wilayah sengketa Nargorno Karabakh.

Keduanya sepakat melakukan penghentian senjata pada Sabtu (17/10).

Namun Spesialis bicara Kementerian Pertahanan Armenia menyebut Azerbaijan melanggar kesepakatan gencatan senjata empat menit setelah kesepakatan tersebut diberlakukan, dengan menembakkan artileri serta roket.

Azerbaijan kemudian mengatakan Armenia telah melanggar gencatan senjata hanya dua menit setelah kesepakatan diberlakukan.

Keduanya sepakat melakukan gencatan senjata yang dimediasi oleh Rusia dalam Sabtu. Namun, konflik terus berlaku.

Pertempuran antara kedua kubu balik berkecamuk di wilayah sengketa Nagorno Karabakh yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi didominasi oleh etnis Armenian. Ratusan orang telah meninggal dunia.

Konflik kali ini menjadi kekerasan terburuk di kawasan itu sejak konflik selama enam tahun memperebutkan zona itu diakhiri dengan gencatan senjata pada 1994.

Pada awal Sabtu, kedua negara terus saling tuduh atas pelanggaran gencatan senjata yang disepakati akhir pekan lalu & sangat mungkin keraguan akan tetap memasukkan pernyataan terbaru.

Apa kesepakatan terbaru?

Kedua negara mengonfirmasi suara gencatan senjata atas nama kemanusiaan, meskipun beberapa detail diberlakukan.

Departemen Luar Negeri Azerbaijan mengatakan kesimpulan itu berdasar pada pernyataan Kepala AS, Prancis, dan Rusia yang mewakili OSCE Minsk Group berantakan sebuah badan yang dibentuk dalam 1992 dan diketuai oleh ke-3 negera untuk memediasi konflik Nagorno-Karabakh.

Anna Naghdalyan, juru bicara Kementerian Luar Jati Armenia juga menyatakan pernyataan yang sama dalam sebuah cuitan dalam Twitter, menambahkan bahwa negara tersebut menyambut baik upaya “gencatan senjata dan de-eskalasi tensi” di kawasan konflik.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang merundingkan kesepakatan akhir pekan lalu, berbicara dengan mitranya di kedua negara pada Sabtu dan mengatakan mereka perlu “mematuhi dengan ketat” kesepakatan sebelumnya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyetujuinya, mengatakan kalau negaranya akan “memperhatikan” gencatan senjata.

Apa yang terbaru di kawasan konflik?

“Musuh menembakkan peluru artileri ke arah utara dari 00: 04 sampai 02: 45 dan memicu roket ke arah selatan sebab 02: 20 sampai 02: 45, ” ujar juru bicara Departemen Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan pada Twitter.

Dia kemudian mengatakan Azerbaijan melampiaskan serangan di selatan Nagorno-Karabakh pada Mingggu pagi.

“Ada korban jiwa dan korban luka di ke-2 kubu. ”

Berbicara dengan BBC, Gajah Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakaryan mengatakan negaranya tidak melakukan pengingkaran gencatan senjata, dan menuding Azerbaijan tidak berminat melakukan de-eskalasi serangannya.

“”Ini ialah kebijakan Azerbaijan… untuk saling menyalahkan dan mendapatkan izin untuk melanjutkan serangan, ” kata Mnatsakanyan.

Sementara tersebut, Hikmat Hajiyev, Kepala Kebijakan Luar Negeri Azerbaijan, menyalahkan Armenia sebab kembali memulai petempuran.

“[Armenia] menyalahgunakan dan salah menafsirkan gencatan senjata saat ini untuk memperkuat posisi mereka dan menawan wilayah baru Azerbaijan, ” kata pendahuluan Hajiyev kepada BBC.

“Kemarin itu menyergap sekelompok tentara Azerbaijan dan mencoba membunuh mereka

“Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh pertahanan Armenia, ” dia menambahkan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Azerbaijan menuding Armenia berasaskan serangan misil yang terjadi di Sabtu pagi yang telah membunuh 13 warga sipil dan melukai 45 orang lain di Ganja, sebuah kota yang jauh dibanding area konflik.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Azerbaijan menuding Armenia atas “penargetan awak sipil yang disengaja dan tak pandang bulu”.

Pejabat Armenia membantah sudah melakukan serangan, dan menuding Azerbaijan telah menyerang area warga sipil mereka.

Stepanyan mengunggah sebuah video pada Facebook, yang dia sebut memperlihatkan kehancuran di wilayah Nagorno-Karabakh.

Dia juga menuduh Angkatan Bersenjata Azerbaijan menghantam warga sipil dengan rudal di berbagai daerah termasuk ibu tanah air Nagorno-Karabakh, Stepanakert.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Nagorno-Karabakh – kunci fakta

  • Wilayah pegunungan dengan umum 4. 400 km2
  • Dihuni oleh warga Kristen dibanding Armenian dan warga Muslim daripada Turki
  • Pada era Soviet, menjadi wilayah otonomi dalam dalam Republik Azerbaijan
  • Secara internasional diakui sebagai periode dari Azerbaijan, namun didominasi sebab etnis Armenia
  • Diperkirakan sekitar satu juta orang mengungsi akibat konflik yang terjadi di dalam 1988-1994, dan sekitar 30. 000 tewas
  • Tentara separatis merebut beberapa wilayah tambahan di sekitar kantong di Azerbaijan pada perang tahun 1990-an
  • Kebuntuan sebagian besar terjadi sejak gencatan senjata tahun 1994
  • Turki secara terkuak mendukung Azerbaijan
  • Rusia memiliki pangkalan militer di Armenia