Palestina-Israel: Bantuan kemanusiaan tiba sesudah gencatan senjata, namun menetapkan bertahun-tahun membangun kembali Gaza

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

24 menit yang berantakan

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Konvoi pertama tumpuan kemanusiaan telah tiba di Gaza, beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas pada Jumat (21/05) pagi buta.

Ribuan masyarakat Palestina kembali dari eksodus namun melihat tempat status mereka sudah hancur. Kalangan pejabat setempat menyatakan perlu bertahun-tahun untuk melakukan rekonstruksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pembentukan jalan khusus bagi warga dengan luka-luka untuk dievakuasi.

Lebih dari 250 karakter tewas akibat konflik bersenjata 11 hari, sebagian tinggi di Gaza. Baik Israel maupun Hamas saling mengeklaim kemenangan.

Baca juga:

Di Israel selatan, para warga turut merayakan gencatan senjata namun banyak yang khawatir bahwa konflik sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

Truk-truk dari berbagai lembaga tumpuan, termasuk yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), telah berdatangan dengan membawa barang-barang kebutuhan medis, pangan, dan bahan bakar ke Gaza, setelah Israel menggelar pos perlintasan Kerem Shalom.

Lebih dari 100. 000 orang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka dalam Gaza, yang dikuasai kawanan Hamas, dan hampir 800. 000 orang kini tidak memiliki akses ke air bersih, ungkap badan PBB urusan anak-anak Unicef.

Kalangan pejabat Palestina mengutarakan butuh jutaan dolar untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang hancur, apalagi kini warga tengah dikhawatirkan dengan pandemi Covid-19.

Margaret Harris, tukang bicara WHO, menyerukan cepat dibuka akses bagi pasokan medis dan tenaga kesehatan tubuh ke Gaza, karena wahana kesehatan di wilayah itu berisiko dipenuhi oleh ribuan warga yang luka-luka.

Selama bertahun-tahun, Gaza sering diblokade oleh Israel dan Mesir sehingga menyulitkan lalu lintas warga dan barang. Dalih dari kedua negara itu adalah khawatir adanya sediaan senjata ke Hamas.

Sumber gambar, Getty Images

Badan PBB urusan Pelarian Palestina (Unwra) mengatakan bahwa prioritasnya adalah mengidentifikasi dan membantu puluhan ribu warga yang kehilangan tempat status, sehingga segera butuh bantuan US$38 juta.

Dalam Kamis (20/5), Kementerian Perumahan Gaza mengatakan bahwa satu. 800 unit rumah sudah tidak layak huni serta 1. 000 unit telah hancur.

“Kerusakan yang dibuat dalam kurun kurang dari dua pekan mau butuh waktu bertahun-tahun, kalau tidak puluhan tahun, buat membangun kembali, ” kata pendahuluan Fabrizio Carboni, direktur Timur Tengah dari Komite Universal Palang Merah (ICRC).

Sumber gambar, Anadolu Agency via Getty Images

Warga Gaza bernama Samira Abdallah Nasser mengaku rumahnya yang bertingkat dua di dekat Tanah air Beit Hanoun hancur padu akibat serangan.

“Ketika pulang ke rumah, kami sudah tidak punya tempat untuk berteduh, sudah tak ada air, listrik, tempat tidur, semuanya sudah tidak ada lagi, ” logat Samira kepada kantor berita Reuters . “Kami pulang ke sendi yang sudah hancur seluruhnya. ”

Warga lainnya bernama Azhar Nsair kepada Associated Press mengatakan, “Kami tahu kehancuran yang begitu besar di sini, baru kali ini kami menyaksikannya. ”

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, EPA

Pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas pada Gaza dimulai 10 Mei setelah ketegangan yang kian panas selama beberapa minggu yang berpuncak pada pertikaian antara polisi Israel serta warga Palestina di pelik masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Hamas era itu mulai menembakkan berpandu setelah memperingatkan aparat ketenteraman Israel untuk mundur daripada kompleks suci itu, & dibalas oleh Israel secara serangan udara.

Sedikitnya 248 orang, termasuk lebih dari 100 perempuan & anak-anak, tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatan setempat. Israel mengklaim telah mencabut sedikitnya 225 militan semasa pertempuran 11 hari, tetapi Hamas belum mengumumkan data soal jumlah anggotanya yang tewas.

Di Israel, 13 orang termasuk perut anak-anak dan seorang tentara tewas, ungkap layanan medis negara itu.

Menyuarakan juga:

Warga di Israel keluar dari tempat perlindungan darurat

Sementara itu banyak keluarga Yahudi bisa meninggalkan tempat perlindungan kritis. Pembatasan darurat sudah dicabut dan semua sekolah bakal dibuka kembali pada Minggu.

Militer Israel mengatakan bahwa Hamas menembakkan bertambah dari 4. 300 berpandu selama konflik, 90% antara lain berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Kubah Tukul. Namun ada sejumlah roket Hamas yang lolos & menghancurkan sejumlah bangunan, tercatat rumah-rumah warga dan sinagog.

Banyak roket yang ditembakkan mengarah ke kota-kota di Israel bagian selatan, seperti Ashkelon.

Warga setempat bernama Tammy Zamir kepada kantor berita Reuters mengiakan senang bahwa konflik telah berakhir, namun dia serupa “yakin akan ada eskalasi baru. ”

Dalam Kota Ashdod, warga 25 tahun bernama Dan Kiri mengatakan Israel harus terus menyerang Hamas sampai tenggelam, sambil menambahkan: “Tinggal menduduki waktu hingga ada proses berikut di Gaza. ”

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, EPA

Walau sudah berlangsung gencatan senjata pada Jumat dini keadaan, namun tetap terjadi pertengkaran di masjid al-Aqsa siangnya setelah salat Jumat. Petugas Israel menembakkan granat kejut ke para pemrotes Palestina, yang melempari mereka dengan batu dan bom bensin ke petugas. Sedikitnya 20 warga Palestina luka-luka, ungkap tim medis.

Tatkala itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa solusi dua negara merupakan pekerjaan satu-satunya untuk mengatasi percekcokan. Dia menambahkan bahwa tidak akan ada perdamaian melainkan jika kawasan itu secara tegas mengakui hak kehadiran Israel.

Biden juga mengatakan bahwa AS akan mengorganisir bantuan internasional untuk membantu pembangunan kembali pada Gaza.

Zaman jeda untuk konflik berikut?

Suasana jalan-jalan sari di Gaza berangsur balik normal beberapa jam sesudah gencatan senjata diberlakukan. Ini kali pertama dalam masa hampir dua pekan belakang warga bisa keluar sendi dengan aman.

Namun, penuh keluarga yang harus berlaku diantara reruntuhan bangunan & anak-anak berjalan berhati-hati menghindari pecahan-pecahan kaca.

Itu memandangi gedung-gedung yang terleka dengan tampak pasrah. Agak-agak melihat dampak kehancuran itu relatif lebih mudah ketimbang mengalami secara menegangkan beruang di bawah ancaman serbuan udara.

Di suatu ruas jalan di pusat Kota Gaza terdapat bangunan al-Sharouq yang sudah jadi puing-puing. Nama bangunan itu artinya matahari terbit.

Itu ialah gedung tinggi ketiga dengan dibom militer Israel sebab dianggap digunakan oleh keras.

Sebuah mobil melaju dan seorang anak dalam dalamnya sambil memakai keffiyeh muncul dari atap mobil dengan mengacungkan jari tengah dan telunjuk pertanda menang.

Hamas memuji kelakuan mereka “mempertahankan Yerusalem. ” Sedangkan Israel menyatakan serangan udaranya telah membuat grup itu mengalami kemunduran penting.

Masyarakat memang menyambut baik gencatan senjata tersebut, namun juga sadar ini mungkin hanya menunda maka terjadi konflik berikut yang tidak terhindarkan.