Pangeran Philip, pria yang menumpahkan hidupnya ‘agar Ratu Elizabeth II bisa bertakhta’

0 Comments

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

9 April 2021

Sumber gambar, Terry O’Neill

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II yang mendapat gelar resmi Duke of Edinburgh, mendapat penghormatan yang meluas karena dukungannya yang tak henti-hentinya kepada Ratu.

Suruhan yang tidak mudah bagi seseorang, apalagi untuk seorang pria yang sudah terbiasa dengan komando Angkatan Bahar dan memiliki pandangan dengan kuat atas berbagai kejadian.

Namun dengan huruf yang amat kuat bagaikan itu, dia masih berharta mengemban tugas secara efektif dan memberi dukungan sepenuh hati kepada istrinya pada melakukan tugas-tugas kerajaan jadi Ratu.

Sebagai pria pembantu dari penguasa kerajaan perempuan, Pangeran Philip tidak mempunyai posisi berdasarkan konstitusi.

Namun tidak ada orang lain yang bisa sedekat dia dengan kerajaan atau yang mempunyai pengaruh yang besar atas kerajaan Inggris.

Periode kecil

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Lahir di Pulau Corfu, Yunani, pada 10 Juni 1921, akta kelahirannya tertanggal 28 Mei 1921 sebab saat itu Yunani belum menggunakan kalender Gregorian.

Ayahnya adalah Pangeran Andrew dari Yunani, putra sebab Raja George I di Hellenes. Ibunya adalah Putri Battenberg, putri sulung dari Pangeran Louis dan ahli perempuan Earl Mountbatten.

Setelah kudeta tahun 1922, ayahnya disingkirkan dari Yunani melalui pengadilan revolusioner.

Sumber gambar, Royal Collection

Suatu kapal perang Inggris yang dikirim oleh sepupu jauhnya, Raja George I, mendatangkan keluarga ke Prancis dan sepanjang perjalanan itu, bayi Philip menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur bayi yang dibuat dari kotak jeruk.

Dia merupakan anak bungsu dan juga anak laki-laki tunggal dengan kakak-kakak perempuan di dalam keluarga yang penuh kasih.

  • 1921 Lahir sebagai Prince of Greece and Denmark pada Corfu sebelum pindah ke Paris, dan kemudian Inggris

  • 1939 Menyelap Angkatan Laut Inggris sebagai kadet, dan saat ini lah dia bertemu Putri Elizabeth

  • 1940-1945 Bertugas di Angkatan Laut Inggris pada masa Perang Dunia Kedua

  • 1947 Menikah dengan Putri Elizabeth

  • 2017 Pensiun dari tugas-tugas kerajaan

GETTY

Pangeran memulai pendidikannya di Prancis namun di usia tujuh tahun alih ke Inggris untuk tinggal bersama saudara mereka, tanggungan Mountbatten, dan masuk rajin kanak-kanak di Surrey, Inggris tenggara.

Saat itulah ibunya didiagnosa dengan gangguan kejiwaan schizophrenia dan dirawat di satu tempat penampungan jadi dia tak sering menyusun kontak dengan ibunya sedang.

Tahun 1933 dia dikirim ke sebuah sekolah di Jerman selatan yang dikelolola oleh seorang pemrakarsa pendidikan Kurt Hahn tetapi hanya beberapa bulan, Hahn yang merupakan warga Yahudi, menjadi korban penganiayaan Nazi.

Masuk Angkatan Laut

Hahn kemudian pindah ke Skotlandia untuk mendirikan Madrasah Gordonstoun, tempat Pangeran Philip pindah setelah sempat mengecam pendidikan dua semester di Jerman.

Sistem pendidikan Gordonstoun yang disiplin dengan penekanan pada kemampuan diri sendiri tampaknya cocok bakal seorang remaja yang terisolasi dari orang tuanya.

Menjelang Perang Dunia II, Pangeran Philip memutuskan buat menempuh karier militer & ingin masuk Angkatan Hawa Kerajaan Inggris namun suku dari sisi ibunya memiliki tradisi di Angkatan Laut dan dia pun menjadi kadet di Akademi Legiun Laut Britania di Darmouth.

Sumber gambar, Getty Images

Ketika menjadi kadet, dia ditugaskan untuk mengiringi dua putri kerajaan yang masih muda belia, Elizabeth dan Margaret, ketika Ayah George VI dan pokok suri berkeliling di akademi.

Para saksi lengah mengatakan Pangeran Philip memperlihatkan semangat tinggi dan pertemuan itu mendapat kesan yang mendalam bagi Putri Elizabeth yang berusia 13 tarikh.

Philip kemudian membuktikan dirinya memiliki prospek dengan cerah dan menjadi keluaran terbaik pada Januari 1940, dengan penugasan militer pertama ke Samudera Hindia.

  • 1952 Diangkat menjadi Laksamana Pertama pada Angkatan Laut Inggris

  • 1952 Putri Elizabeth menjadi Ratu

  • 2017 Pensiun dari tugas-tugas kemasyarakatan

AFP

Dia kemudian dipindahkan ke pesawat perang HMS Valiant di Armada Laut Tengah dan dikerahkan untuk ambil bagian dalam Perang Teluk Matapan tahun 1941.

Sebagai hero yang bertanggung jawab buat lampu sorot kapal, tempat berperan penting dalam berdiam yang menentukan di malam hari.

“Saya melihat kapal lain dan menyalakan lampu ke bagian tengahnya, lalu kapal itu positif akan segera menghilang di bawah tembakan meriam 15 inci yang menuju bahan. ”

Pada Oktober 1942, dia menjadi salah kepala letnan satu termuda pada Angkatan Laut Kerajaan Inggris dengan penempatan di kapal perusak HMS Wallace.

Tunangan

Pada masa-masa ini, dia dan putri Elizabeth yang muda belia sudah bersurat-suratan, bahkan dalam beberapa kesempatan dia diundang untuk berkunjung ke Keluarga Kerajaan Inggris.

Dan setelah utama kunjungan saat musim Natal 1943, Elizabeth pun memajang foto Philip dengan sebangun Angkatan Laut di meja riasnya.

Sumber gambar, Getty Images

Hubungan keduanya berkembang di masa tenteram pascaperang walau ada tentangan dari beberapa keluarga kerajaan, yang berpendapat Pangeran Philip ‘kasar dan tidak sopan’.

Namun sang putri sudah jatuh cinta dan di dalam musim panas 1946, Philip meminta Raja agar diizinkan menikahi putrinya.

Ada masalah. Sebelum pertunangan diumumkan, pangeran memerlukan kewarganegaraan baru & juga nama keluarga. Tempat melepas gelar keturunan Yunani, menjadi warga negara Inggris, dan mengambil nama suku dari garis ibunya, Mountbatten.

Sehari sebelum upacara pernikahan, Raja George VI menganugerahi gelar Yang Klasik Philip dan pada pagi hari perkawinan dia memiliki gelar Duke of Edinburgh, Earl of Merioneth, serta Baron Greenwich.

Upacara pernikahan berlangsung di Westminster Abbey pada 20 November 1947, yang disebut Winston Churchill sebagai ‘kilatan warna’ dalam pascaperang Inggris dengan abu-abu.

Tugas kerajaan

Duke of Edinburgh balik bertugas di Angkatan bahar dan ditempatkan di Malta, yang menjadi tempat susunan pasangan itu sama sesuai tentara lain yang bekerja, paling tidak untuk tengah waktu.

Putra baru, Pangeran Charles lahir dalam Istana Buckingham tahun 1948 disusul Putri Anne tarikh 1950.

Pada tanggal 2 September 1950 dia mencapai ambisi dari semua hero Angkatan Laut dengan diangkat menjadi komandan kapal, HMS Magpie.

Sumber gambar, PA

Namun karier di Barisan Laut mendekati akhir. Semakin memburuknya kesehtan Raja George VI membuat putrinya harus melakukan tugas-tugas kerajaan yang lebih banyak dan memerlukan sang suami sebagai pendamping.

Philip pun cuti sejak Angkatan Laut Inggris tahun 1951 namun sejak tersebut tidak pernah lagi berperan aktif.

Walau tidak termasuk pria yang suka menyesali sesuatu, belakangan dia mengucapkan bahwa ia menyayangkan tidak bisa meneruskan kariernya pada Angkatan Laut Inggris.

Rekan-rekannya mengatakan bahwa dia—berdasarkan kemampuannya sendiri—bisa menjadi Besar Staf Angkatan Laut.

Tahun 1952, pasangan kerajaan tersebut bersiap-siap untuk lawatan ke negara-negara Persemakmuran, yang mestinya dilakukan Raja dan Raja perempuan.

Peran kedua

Ketika mereka sedang berada di Perempuan pada Februari, muncul berita bahwa Raja wafat sebab menderita coronary thrombosis , gumpalan pembawaan di jantung yang mematikan.

Pangeran yang mengirimkan berita duka itu kepada istrinya dan seorang jodoh belakangan mengenang bahwa Pangeran Philip melihat berita itu sebagai ‘setengah dunia’ jeblok ke tubuhnya.

Setelah kariernya di Angkatan Bahar ‘dirampas’, dia juga kudu menciptakan peran bagi dirinya sendiri dan peralihan kedudukan kepada Elizabeth memunculkan perkara tentang seperti apa kelak peran tersebut.

Dengan semakin dekatnya upacara penobatan, sebuah surat kerajaan membuktikan bahwa Pangeran Philip bakal mendapat hak didahulukan sesudah Ratu dalam setiap jalan walau dia tak punya posisi dalam konstitusi.

Dia sebenarnya punya banyak gagasan untuk memodernisir serta merampingkan kerajaan namun dalam saat bersamaan semakin kecewa dengan penentangan keras dibanding sejumlah pejabat tua negeri.

‘Cuma amuba’

Philip kemudian menyalurkan sebagian eneginya dalam kehidupan sosial, dengan membentuk kelompok perkawanan pria yang bertemu setiap pekan di atas satu restoran di Soho, pusat kota London.

Mereka makan siang bersama, berkunjung ke kelab malam, dan kadang-kadang difoto bersama kawan-kawannya dengan glamor.

Di lingkungan kerajaan, salah satu dengan masih dimilikinya untuk memakai otoritasnya adalah untuk keluarganya sendiri, walau dia kecundang juga dalam upaya untuk memberi nama anak-anaknya.

Sumber gambar, PA

Keputusan Ratu untuk meggunakan tanda Windsor dan bukan tanda keluarganya, Mountbatten, merupakan utama pukulan besar baginya.

“Saya satu-satunya pria di negeri ini yang tidak diizinkan memberi nama kepada anak-anaknya, ” keluhnya sekali waktu kepada teman-temannya. “Saya tak lebih dari sekedar amuba. ”

Sebagai orang gelap, Pangeran Philip bisa tampak kasar dan tidak peka.

Menurut Jonathan Dimbleby, yang menulis biografi Tengku Charles, pada masa mudanya Charles sampai menangis sebab dimarahi ayahnya di depan umum dan hubungan jarang ayah dan putra sulungnya tidak selalu mudah.

Trah muda

Philip berkeras Pangeran Charles harus masuk ke sekolahnya yang dulu, Gordonstoun, karena yakin pendidikan dalam sana akan membantu putranya yang tampaknya berkarakter invalid bersemangat.

Sikap tersebut tampaknya mencerminkan masa kecilnya yang sulit, yang kadang kesepian.

Sejak kecil tempat sudah harus bisa menyandarkan diri sendiri sehingga kadang sulit untuk memahami kalau orang lain tidak memiliki karakter yang kuat seperti dia

Sumber gambar, Getty Images

Dan salah utama perhatiannya adalah kesejahteraan keluarga muda yang membuatnya pada tahun 1956 meluncurkan penghargaan Duke of Edinburgh, yang dianggap banyak pihak berhasil membina kaum muda.

Penghargaan itu mendorong sekitar enam juta kaum muda berusia 15 hingga 25 tahun—termasuk difabel—di seluruh negeri untuk menantang dirinya tunggal secara fisik, mental, dan emosi lewat berbagai kesibukan luar ruang yang dirancang untuk membina kerja sepadan dan penghargaan atas lingkungan.

“Jika Anda mampu membuat kaum muda berhasil dalam bidang apa pun, ” katanya kepada BBC, “maka sedikit keberhasilan mau menyebar ke yang lainnya. ”

Sepanjang hidupnya, dia terus mencurahkan perhatian buat program itu, dengan menghadiri berbagai kegiatan dan pula ikut langsung mengelolanya.

Dukungan

Philip memang adalah seorang dengan sifat pemimpin namun perannya merupakan selalu pada nomor dua sehingga kadang dia terang tidak bisa duduk mudah-mudahan dengan kepekaan atas posisinya.

“Saya hanya melaksanakan yang saya kira unggul, ” tuturnya sekali masa kepada BBC. “Saya tak bisa tiba-tiba mengubah cara saya dalam melakukan objek, saya tidak bsa mengganti ketertarikan saya atau jalan saya bereaksi. Itu ialah gaya saya. ”

Sumber gambar, PA

Namun tempat dinilai berhasil menggunakan posisinya untuk memberi sumbangan mulia bagi kehidupan di Inggris dan berperan dalam positif kerajaan untuk menghadapi transformasi sosial selama bertahun-tahun.

Bagaimanapun pencapaian terbesarnya, tidak diragukan lagi, adalah kekuatan & konsistensinya dalam mendukung Raja perempuan sepanjang masa pemerintahan dengan panjang.

Dia yakin pekerjaannya -seperti pernah dituturkannya kepada penulis biografinya- adalah ‘untuk menjamin Ratu bisa bertakhta’.

Dalam suatu pidato memperingati ulang tahun emas perkawinan mereka, Ratu Elizabeth menyatakan: “Dia tidak mudah-mudahan untuk menerima pujian. Namun dia benar-benar merupakan gaya dan pegangan saya semasa bertahun-tahun. ”