Paus Fransiskus kunjungi Irak, antara lain untuk menemui salah satu komunitas Kristen tertua di dunia ‘yang kini gawat hilang’

0 Comments

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

5 Maret 2021, 13: 08 WIB

Diperbarui 5 jam yang lalu

Paus Fransiskus menyerukan semua pemeluk agama untuk bekerja sama, bahu-membahu mewujudkan perdamaian di Irak. Masa menyampaikan pidato di istana presiden di Baghdad, Irak, hari Jumat (05/03), Paus mengatakan “fundamentalisme tak boleh diberi ruang”.

“Cukup sudah intoleran, ” kata Paus Fransiskus.

Pada lawatan pertama pemimpin Katolik dunia ke Irak, Paus akan memberikan dukungan kepada komunitas Kristen di negeri tersebut, yang merupakan satu diantara komunitas Kristen tertua di dunia.

Orang-orang di daerah yang kini bernama Irak, telah memeluk agama Kristen sejak abad ke-1 Masehi.

Di era Saddam Hussein, jumlah pemeluk Kristen antara 1, 4 juta hingga 1, 5 juta orang.

Saat ini, jumlahnya sekitar 250. 000 orang atau kurang lantaran satu persen populasi Irak. Para pejabat gereja khawatir “jumlah pemeluk Kristen hendak terus berkurang di Irak”.

Banyak awak Kristen memutuskan untuk melalaikan Irak ketika koalisi pimpinan Amerika Serikat melancarkan konflik pada 2003.

Pada 2014, puluhan ribu pemeluk Kristen mengalami persekusi ketika kawanan yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menguasai beberapa wilayah Irak.

Bagian dan petempur ISIS mengacaukan gereja dan menyita harta warga Kristen Irak.

Sebab ISIS, pemeluk Kristen tersebut diberi pilihan: membayar pajak, pindah agama, pergi mencuaikan negara itu atau menghadapi kematian.

Gabungan berbagai ciri ini membuat para penguasa gereja meyakini “ada kemungkinan Kristen akan hilang dibanding Irak”.

Bagi Vatikan, lawatan ke Irak menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi Paus Fransiskus untuk menemui langsung komunitas Kristen, berada di tengah-tengah mereka dan memberikan dukungan penuh.

Sebelumnya, di pada pesawat menuju Irak, Paus mengatakan dirinya senang mampu melakukan perjalanan lagi, serta menambahkan, “Ini adalah kunjungan simbolik dan ini adalah tugas menuju tanah yang menjadi martir selama bertahun-tahun. ”

Selain menemui masyarakat Kristen, Paus akan membakar dialog lintas agama & bertemu dengan ulama Syiah terkemuka, Ayatollah Ali al-Sistani.

Lawatan Paus ke Irak dilakukan di pusat kekhawatiran soal keamanan dan pandemi Covid-19.

Paus dikakatan menyadari sepenuhnya kekhawatiran tersebut namun pada saat yang persis “ia juga terikat dengan tugas-tugas sebagai seorang paus”.

Sekitar 10. 000 personel aparat keamanan Irak dikerahkan untuk melindungi Paus.

Seluruh acara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sebelum pandemi, acara-acara Paus selalu lengkap dihadiri massa.

Rencana Paus-paus pendahulu

Paus-paus sebelumnya faktual sudah berencana berkunjung ke Irak, tapi karena beberapa alasan, lawatan tersebut tidak terlaksana.

Paus Yohanes Paulus II bercita-cita melawat ke Irak di dalam 2000, namun dibatalkan karena ketegangan di kawasan.

Paus Benediktus juga mendapat undangan tapi tidak bisa menuju karena perang.

Menurut The New York Times, pemimpin Irak saat ini, Barham Salih, mengirim undangan untuk Paus Fransiskus pada Juli 2019 dengan harapan lawatannya bisa membantu menyembuhkan luka Irak, negara yang dikoyak-koyak perang selama bertahun-tahun.

Paus menerima undangan ini dan mengucapkan bahwa dirinya tak mau mengecewakan rakyat Irak, pertama komunitas Kristen di kian.

Vatikan memahami tantangan yang dihadapi Paus — cantik faktor keamanan maupun status pandemi — tapi laba yang didapat dinilai jauh lebih banyak. Ini ialah kesempatan berharga bagi Uskup untuk mendukung dan berkecukupan di tengah mereka, lupa satu komunitas Kristen tertua di dunia.

Beberapa tanda setelah serangan roket ke sebuah pangkalan militer dengan menampung pasukan AS dalam Rabu (03/03), Paus menetapkan bahwa umat Katolik dalam Irak tidak boleh “dikecewakan kedua kalinya”.

Apa yang hendak dicapai Paus Fransiskus?

Kepala Gereja Katolik Roma tersebut hendak menguatkan umat Katolik dengan dipersekusi serta menyerukan perbaikan dalam pertemuan dengan para-para pemimpin politik dan pemuka agama lainnya, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC, Mark Lowen, yang turut bepergian bergabung Paus.

Kala menyampaikan pesan kepada anak buah Irak melalui video sehari sebelum memulai kunjungan, Paus Fransiskus mengatakan dirinya “datang sebagai musafir, sebagai petualang dengan kerendahan hati, buat memohon ampun kepada Tuhan serta rekonsiliasi setelah konflik dan terorisme selama bertahun-tahun, untuk memohon pada Tuhan akan penghiburan bagi banyak hati dan pemulihan luka-luka”.

Ditambahkannya, “Saya datang ke tengah-tengah Anda juga jadi musafir perdamaian… mencari pertalian dan didorong hasrat untuk berdoa dan berjalan bersama, juga dengan saudara-saudari kita dari tradisi agama asing, dalam jejak Bapa Abraham, yang bersatu dalam satu keluarga Muslim, Yahudi, dan Kristen. ”

Paus berceloteh lagi kepada umat Kristen di Irak, “Saya mau membawakan belaian penuh bergurau dari segenap Gereja, dengan dekat dengan Anda, dan kepada Timur Tengah dengan dipenuhi peperangan, serta memerosokkan Anda untuk tetap hidup maju. ”

Siapa umat Kristen di Irak?

  • Orang-orang pada wilayah yang kini bernama Irak, telah memeluk keyakinan Kristen sejak abad ke-1 Masehi.
  • Berdasarkan data Departemen Luar Daerah AS, para pemuka keyakinan Kristen memperkirakan jumlah pengikut Kristen di Irak menyentuh kurang dari 250. 000 jiwa. Populasi terbesar—sedikitnya 200. 000 jiwa—berada di Lapangan Niniwe dan Wilayah Kurdistan di bagian utara Irak.
  • Sekitar 67% dari mereka adalah penganut Katolik Chaldean, yang memiliki liturgi dan tradisi ketimuran namun mengakui otoritas Paus di Roma. Sebanyak 20% lainnya adalah anggota Gereja Assyria Timur, yang dipercaya sebagai komunitas Kristen tertua di Irak.
  • Sisanya adalah penganut Konvensional Suriah, Katolik Suriah, Katolik Armenia, Apostolik Armenia. Tersedia pula penganut Anglikan, Evangelikal, dan umat Prostestan yang lain.

Apa saja jadwal Paus?

Pasal kekhawatiran akan isu ketenangan dan lonjakan penularan Covid-19, pria berusia 84 tahun itu tak akan periode berjumpa khalayak umum, taat wartawan BBC, Mark Lowen.

Meski demikian, masih ada kekhawatiran bahwa kunjungan tersebut bakal menjadi klaster Covid-19.

Paus disambut perdana menteri dan kepala Irak.

Kemudian dia menemui para uskup dan rohaniwan Gereja Katolik Suriah Our Lady of Salvation di Baghdad—tempat 52 karakter umat Kristiani dan sebesar polisi tewas dalam serangan kelompok jihadis yang berafiliasi dengan ISIS pada 2010.

Pada Sabtu, Paus bakal bertolak ke Kota Najaf untuk menemui Ayatollah Luhur Ali al-Sistani. Pria berusia 90 tahun itu ialah panutan bagi jutaan pengikut Syiah di Irak serta negara lain.

Paus lantas bakal menghadiri pertemuan lintas agama di Ur, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, yang di tradisi agama dikenal sebagai bapak para nabi.

Lalu dia akan melawat ke Kota Mosul, pada Minggu (07/03).

Di kian dia akan mengucapkan doa bagi para korban konflik dengan ISIS, yang menerbitkan puluhan ribu warga biasa tewas.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Paus juga akan bertandang ke Qaraqosh, tempat pengikut Kristen datang kembali sejak kekalahan ISIS pada 2017 dan membangun ulang gereja dan rumah.

Sorenya, Paus akan memimpin misa dalam sebuah stadion di Irbil, ibu kota wilayah semi-otonomi Kurdistan. Acara itu rencananya dihadiri ribuan orang.

Kira-kira 10. 000 personel Rombongan Keamanan Irak akan dikerahkan selama kunjungan Paus.

Jam malam juga hendak diberlakukan guna membatasi penyebaran Covid-19.