Pegangan Lebaran dilarang, epidemiolog tutur ‘tidak efektif’: ‘Mengapa tetap menyusahkan masyarakat? ‘

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

sejam yang lalu

Sumber gambar, ANTARA

Kementerian Perhubungan membantah jika kebijakan yang membolehkan pergerakan kendaraan di 37 praja di tengah larangan pegangan lebaran pada 6-17 Mei 2021 disebut sebagai pelonggaran.

Juru kata Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan daerah dikecualikan karena ada pekerja yang tempat letak dan lokasi pekerjaan menyeberangi antarkabupaten/kota.

Adapun kecendekiaan larangan mudik tahun itu, klaimnya lebih ketat dibanding tahun lalu karena menggandakan titik penyekatan di jalur-jalur ramai pemudik. Sehingga diharapkan bisa menekan angka peristiwa positif Covid-19.

Akan tetapi seorang pakar epidemiologi menghargai, aturan larangan mudik di dalam tahun ini tetap hendak meningkatkan kasus positif virus corona karena pemerintah tidak mendukung kebijakan itu secara 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

Baca juga :

“Tidak memberi daya ungkit”

Epidemiologi dari Perhimpunan Mahir Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, menilai pemerintah tidak menggunakan pengalaman dan bahan mengenai larangan mudik tahun lalu dalam membuat kecendekiaan kesempatan ini.

Pada tahun 2020 pemerintah, katanya, juga melarang mudik lebaran tapi nilai positif Covid-19 naik.

Jika berkaca pada perihal itu, semestinya pemerintah tak mengambil langkah serupa dengan menurutnya “tidak memberi gaya ungkit” terhadap upaya pengendalian Covid-19.

“Sudah ratusan kebijakan pemerintah terkait pengoperasian pandemi, ada yang menilai implementasi dan evaluasinya? Apakah kebijakan itu memberi gaya ungkit pengendalian? Kalau tak, kenapa terus menyusahkan kelompok? ” kata Masdalina Pane kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (11/04).

Bagi Masdalina, kebijakan larangan mudik lebaran takkan bisa menyekat warga untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Mereka bisa saja pegangan sebelum tanggal yang ditetapkan pemerintah, imbuhnya.

Sumber gambar, ANTARA

Larangan tersebut pun, kata dia, mau menjadi percuma jika dalam sisi lain pemerintah mengizinkan tempat pariwisata beroperasi.

Sementara itu, tidak tersedia kemauan kuat dari pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan 3T yakni pengetesan, pelacakan, dan perawatan.

“Mudiknya aman, tapi perilaku di tempat mudik itu yang bisa menyebabkan penyaluran (virus corona) banyak. Barang apa perilakunya? Berkunjung, reuni secara teman lama, mencicipi kuliner di suatu tempat, itu yang kemudian menciptakan klaster-klaster baru. ”

“Makanya dengan terpenting 3T, apa tersebut pernah disebut pemerintah? Tidak. ”

Pengamatan Masdalina, kebanyakan kepala daerah tidak suntuk melakukan pengetesan dan pencarian agar kasus Covid-19 pada daerahnya “terlihat sedikit”.

Kalaupun dilakukan, tidak melaporkan urusan positif dengan angka yang sesungguhnya.

“Yang memutar sederhana dia (pemda) naikkan jumlah sembuh, turunkan total kasus, turunkan kematian. Itu sudah tahu. Ada suatu daerah ‘ohya hari ini cukup laporkan 200 kejadian, sisanya nanti saja’. ”

Apa yang dilakukan negeri untuk mencegah mudik?

Ujung bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan kebijakan pembatasan mudik lebaran berlaku pada seluruh wilayah mulai agenda 6-17 Mei 2021.

Sebab itulah Kemenhub melarang pengoperasian seluruh moda transportasi tanah, laut, udara, kereta obor. Kecuali bagi mereka dengan melakukan perjalanan dinas ataupun keperluan mendesak lainnya.

Itu mengapa ia menengkari jika ada pelonggaran pada 37 kabupaten/kota yang cerai-berai di delapan wilayah.

Sumber gambar, ANTARA

“Di wilayah aglomerasi itu pada setiap hari selalu ada pergerakan lalu lintas antar-kabupaten atau antar-provinsi dalam satu kawasan untuk kepentingan pekerjaan. Tersebut kenapa tidak dilakukan pembatasan karena 6-17 Mei sedang ada kantor tidak terlanjur. ”

“Tapi nanti akan ada pembatasan, masih kita susun edaran sehingga bertambah detail. ”

Kendati telah dilarang, tapi Adita mengesahkan sangat sulit mengontrol pergerakan jalur darat yang didominasi kendaraan pribadi.

Kaum upaya, kata dia, sudah disiapkan untuk mencegah jalan adanya pemudik yang lulus sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19.

Satu hal yang menjelma andalan yakni menambah bercak penyekatan hingga dua kala lipat di sejumlah jalur yang dinilai bakal penuh dilalui pemudik.

Penyekatan jalur itu berlaku berangkat dari Lampung, Jawa, hingga Bali.

“Kalau ada dengan lolos masuk ke wilayah tujuan, pemda lakukan penyekatan. ”

“Kalau ada (pengendara) yang tidak memenuhi sarana seperti berdinas atau keperluan penting lainnya, akan diputarbalikkan untuk kembali ke daerahnya. ”

Sumber gambar, ANTARA MENJEPRET

Hal lain dengan dilakukan yakni pengetesan secara acak atau random testing di lokasi-lokasi tertentu.

“Kalau ada yang positif akan dirawat seperti halnya menjumpai kasus positif, seperti dikarantina. ”

Namun demikian, jika ada pemudik yang lulus dari pengawasan dan muncul di kampung halaman, oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kepala daerah untuk melakukan karantina selama lima hari.

Kewajiban itu tertuang pada surat edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19.

Akan tetapi merujuk dalam mudik lebaran tahun 2020, meskipun pemerintah melarang pegangan lebaran tapi setidaknya ada satu juta pemudik dengan keluar dari Jabodetabek.

Adita berharap, jumlah tarikh ini berkurang.

“Berkaca pada tahun lalu secara pelarangan yang hampir setara, kira-kira masih ada utama juta orang masih mampu keluar dari Jabodetabek. Kami harap angka itu tak terjadi lagi, kalau tersedia juga lebih kecil. ”

Apa kata calon pemudik?

Seorang pekerja di Jakarta, Achmad Arief Ramadhan, mengucapkan akan tetap mudik walaupun dilarang pemerintah.

Ia berkeras untuk mudik, karena tahun lalu ia tak pulang kampung.

Untuk mengibuli kebijakan pelarangan itu, ia akan mudik ke kampung halamannnya di Malang, Jawa Timur, lebih cepat yakni pada 30 April.

“Betul, aku pulang bertambah cepat untuk menghindari kebijakan itu dan aku benar wajib berusaha untuk balik karena tahun lalu enggak balik. ”

“Tahun lalu enggak pulang karena dilarang dan kondisinya masih hangat-hangatnya Corona, jadi aku takutnya bawa penyakit ke rumah. ”

Arief pun mengaku sudah memesan tiket motor untuk mudik nanti.

Sumber gambar, ANTARA

Selaras dengan Arief, Agus Setiawan warga di Tangerang Selatan juga memutuskan tetap mudik dengan kendaraan pribadi lamun dilarang oleh pemerintah.

Tarikh lalu, ia juga membatalkan niatnya untuk pulang dukuh ke Pacitan, Jawa Timur, karena kondisi pandemi.

Tapi tahun ini dia tak bisa lagi memurukkan. Ia sekeluarga telah divaksin, sehingga merasa aman buat bertemu keluarga di kian.

“Orang tua masih ada semua, tahun semrawut kan enggak mudik, sungguh masak sih dua tahun berturut-turut enggak mudik, agaknya gimana … ”

“Lebih dari 50% yakin untuk pulang. Sebab momen tahun lalu benar-benar hilang. Istriku juga tahun lalu baru kali itu enggak pulang. ”