Pelajar SMP tawarkan layanan syahwat, ‘terindikasi korban eksploitasi seksual’ dan ‘titik kritis’ pendidikan seks anak

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

7 tanda yang lalu

Sumber gambar, Jilla Dastmalchi/BBC

Komisi Perlindungan Bujang Indonesia untuk Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Jawa Barat mengutarakan pelajar SMP yang videonya viral karena menawarkan servis seks, saat ini di dalam kondisi sulit makan & trauma. Pelajar itu berkecukupan di rumah aman KPAID Tasikmalaya untuk menjalani petunjuk psikologis.

KPAI was-was menyebut peristiwa ini ialah satu dari ratusan peristiwa anak sebagai pelaku & atau korban kekerasan seksi di Indonesia.

Pengerjaan yang buruk dikhawatirkan menjerumuskan anak ke dunia pelacuran.

Sementara Komnas Rani meminta penegak hukum menetapkan menyelidiki lebih lanjut untuk kemungkinan eksploitasi seksual.

Baca serupa:

Video Pelajar SMP di Tasikmalaya viral dalam masyarakat karena diduga menawarkan layanan seks. Video berdurasi enam detik direkam pelajar tersebut tanpa busana beserta seorang pria.

Saat tersebut pelajar SMP itu telah berada di rumah damai KPAID Tasikmalaya untuk melakukan proses pemulihan psikologis sejak ditangkap pekan lalu.

Pembantu pelajar SMP Tasikmalaya tersebut, Ato Rinanto, yang serupa anggota KPAID Tasikmalaya, mengutarakan remaja berusia 16 tarikh tersebut saat ini di dalam kondisi trauma.

“Agak sulit makan, mungkin sebab trauma, malu, dan curiga karena videonya tersebar dan viral, ” kata Ato kepada wartawan Rommy Roosyana yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (31/05).

Sumber gambar, Davies Surya/BBC

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya ini menambahkan selama beruang di rumah aman, anak sekolah itu akan mendapatkan hipnoterapi dari psikolog selama metode penyelidikannya berlanjut.

Di sisi lain, berdasarkan keterangan Ato, pelajar SMP ini tidak punya latar belakang kasus dalam keluarga, juga ekonomi.

“Secara ekonomi pula tidak begitu memprihatinkan, berarti cukuplah. Karena ayahnya masih melakukan aktivitas kerja dengan normal untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya, ” katanya.

Sejauh ini, persoalan utama taruna itu, menurut Ato, ialah pola asuh.

“Kontrol yang kurang, kemudian orang tua tidak menyadari sungguh tentang bahaya gadget & sebagainya, ” tambah Ato.

Sumber gambar, AFP

Sekitar ini Kepolisian Tasikmalaya belum memberikan keterangan lebih jauh. Namun pada kesempatan sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Hario Prasetyo Seno, kepada media mengatakan “Sampai era ini masih kami masih melakukan pemeriksaan. ”

Sementara, berdasarkan penelusuran KPAID Tasikmalaya, pelajar SMP ini sempat beberapa kali berganti bagian, yang diduga orang kala.

Ketua Komnas Perempuan, Andi Yentriyani, mengatakan kepolisian perlu berhati-hati dalam memproses kasus ini dan diteliti isyarat eksploitasi seksual.

“Sebetulnya kalau ini sudah dilakukan berulang, saya pikir aparat penegak hukum harus berhati-hati. Itu perlu memeriksa indikasi eksploitasi seksual yang terjadi dalam proses perdagangan itu, di proses penggunaan jasanya, ” kata Andi kepada BBC News Indonesia, Senin (31/05).

‘Korban situasi’ serta ‘titik kritis’ pendidikan syahwat

KPAI menyebut seorang pelajar SMP di Tasikmalaya yang diduga menawarkan layanan erotis itu merupakan ‘korban situasi’ dan ‘titik kritis’ pendidikan seks terhadap anak.

Bagian KPAI pusat, Ai Maryati Solihah, menyatakan pelajar SMP di Tasikmalaya ini jadi korban atas “serangkaian situasi yang kemudian memposisikan bujang sedemikian buruk”.

“Anak ini masih luput dibanding informasi kespro (kesehatan reproduksi), dari informasi tentang ketahanan tubuh, tentang perlindungan awak yang sangat memperihatinkan, ” kata Ai – panggilan Ai Maryati Solihah pada BBC News Indonesia, Senin (31/05).

Menurut Ai, kesibukan anak ini tak mendapat pengawasan dari lingkungannya sendiri, yang bisa ia pastikan sebagai “korban pengasuhan”. Peristiwa lainnya, kata Ai, sekolah juga tak mampu memeriksa aktivitas siswanya selama penelaahan jarak jauh di sedang pandemi.

“Karena anak tersebut begini, dalam situasi daring saja. Tahun sebelum itu, ia tak melakukan tersebut. Setelah situasinya daring, celah-celah untuk berada di negeri maya, melakukan kegiatan dengan tidak terpantau orang lain, ” katanya.

Dikendalikan orang dewasa

Sumber gambar, Davies Surya-BBC

Dalam rekaman gambar, pelajar SMP itu bergabung dengan seorang pria dengan teridentifikasi berusia 17 tarikh atau masuk kategori budak. Saat ini ia masih dalam proses pemeriksaan pada Unit Perlindungan Perempuan Bani Satreskrim Polreskab Tasikmalaya.

Namun, sebelumnya KPAID Tasikmalaya melaporkan pelajar SMP ini sempat melakukan hubungan seksual kepada sejumlah pria dewasa.

Dalam sejumlah pasal Undang Undang Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014 disebutkan intimidasi hukuman bagi mereka yang mendapatkan manfaat seksual dari anak yang belum mencapai 18 tahun. Ancaman balasan penjara antara 5-15 tarikh, dan denda paling tinggi Rp5 miliar.

Sumber tulisan, Jilla Dastmalchi/BBC

Jika pelakunya adalah orang tua, pemangku, pengasuh anak, pendidik ataupun tenaga pendidik, maka aniaya pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana.

Taat Ai, orang dewasa memiliki kontribusi terhadap kekerasan seksi terhadap anak. Salah kepala pemutus mata rantai tersebut, kata dia, adalah mas hukum seberat-beratnya bagi pemakai seks anak di bawah umur.

“Sehingga kita harus lawan situasi itu, sehingga siapapun yang melakukan seks kepada anak, kendati anaknya yang mengajak, maka ‘Say No! ‘ seks kepada anak, karena ini kejahatan, ” katanya.

Ancaman tertarik ke dunia prostitusi

KPAI memasukkan kasus pelajar SMP Tasikmalaya ini ke di dalam kategori Anak Berhadapan Kaidah (ABH) dengan status jadi pelaku sekaligus korban.

Data KPAI menyebutkan ABH merupakan laporan tertinggi dari semua kategori kasus perlindungan anak selama 12 tarikh terakhir.

Dalam bagian ABH kasus anak sebagai pelaku dan/atau korban kebengisan seksual menjadi penyumbang tertinggi atau mencapai 42% dari 1098 kasus yang dilaporkan pada 2020.

Laporan bujang sebagai pelaku kekerasan erotis pada 2020 mencapai 44 kasus. Di tahun & kategori yang sama, petunjuk anak sebagai korban kebengisan seksual mencapai 419 peristiwa atau meningkat dua kala lipat dari tahun sebelumnya.

Sumber gambar, Davies Surya/BBC

“Itu permukaannya [saja] yang terlaporkan. Kami harus bilang 2020 tersedia 35 kasus [periode Januari-April], itu korbannya 234. Real mungkin lebih dari tersebut.

“Paling tinggi 65% prostitusi online. Dan siapa pengguna prostitusi online itu? Dasar anak remaja, yang terendah kelas lima SD, ” kata Ai.

Menurut Ai, jika kasus kekerasan erotis anak sebagai pelaku ataupun korban tak tertangani dengan baik, maka tak menguncup kemungkinan akan terjerumus di gelombang prostitusi di zaman mendatang.

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Karena anak target prostitusi juga punya latar belakang, misalnya, korban perkosaan pacar, korban kekerasan syahwat waktu kecil, bahkan objek perkawinan anak.

“Prostitusi anak biasanya lebih terorganisir, ada yang rekrut, iklan di medsos dan ada tempat yang menampung kegiatan seks mereka, apakah pada hotel, apartemen atau kos-kosan… Ini yang memperkuat tindak pidana perdagangan orang, ” katanya.