Pelajaran tatap muka: UNS Tunggal gelar perkuliahan di kampus, mengapa perguruan tinggi lain tetap memilih kuliah daring?

0 Comments

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

13 menit yang cerai-berai

Sumber tulisan, Pagi buta Sodiq

Sejumlah perguruan tinggi daerah di Indonesia menempuh hidup berbeda menyikapi ‘lampu hijau’ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membolehkan kuliah tatap muka dengan syarat terbatas.

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, misalnya, sudah menggelar kuliah tatap membuang mulai Rabu (07/04), tetapi perguruan tinggi negeri (PTN) seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Bandung (ITB) “belum melakukannya” secara berbagai alasan.

Perguruan tinggi dibolehkan menggelar kuliah tatap muka dengan syarat, antara lain, tenaga pendidiknya (dosen) sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Maulana Surya

Syarat istimewa lainnya, metode pembelajaran tatap muka (PTM) harus dikerjakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kebijakan pemerintah menelungkupkan kembali PTM lantaran berbagai kekurangan yang dirasakan negeri pendidikan dalam pembelajaran jeda jauh (PJJ).

Walaupun tersedia yang menyambut positif metode pemerintah ini, sejumlah epidemiolog mengingatkan PTM beresiko memajukan penularan Covid-19 lantaran tingkat positif di Indonesia sedang berada di angka kira-kira 13%.

Sampai Selasa (06/04), kasus virus corona dalam Indonesia tercatat mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang wafat dunia.

Sumber tulisan, KURUN FOTO/Aswaddy Hamid

Dilaporkan jumlah kasus positif merayap sebanyak 4. 549 karakter sehingga jumlahnya menjadi satu. 542. 516 orang.

Pasien yang meninggal negeri karena infeksi Covid-19 bertambah sebanyak 162 orang, oleh sebab itu jumlah pasien yang wafat dunia jumlahnya menjadi 41. 977 orang, Selasa (06/04).

Baca juga:

Bagaimana UNS ‘menjamin’ kuliah tatap muka tak menaikkan penularan?

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho, mengucapkan agar kegiatan kuliah tatap muka tidak menjadi klaster penularan covid-19, pihaknya menyertainya dengan sejumlah persyaratan.

Salah-satu kriteria adalah mahasiswa yang ikut kuliah tatap muka “harus mendapat persetujuan dari orangtua” dan “mahasiswa juga harus menyertakan buatan swab antigen”.

“Mahasiswa harus mendapatkan izin lantaran orang tua bahwa mahasiswa menginginkan untuk itu [kuliah tatap muka].

Sumber tulisan, Fajar Sodiq

“Semua mahasiswa yang masuk sini harus menunjukan bahwa dia bugar dengan menunjukkan hasil swab, ” kata Jamal Wiwoho, seperti dilaporkan wartawan dalam Solo, Fajar Sodiq, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Uji coba tiga fakultas, apa dasar pertimbangannya?

Syarat lainnya, kegiatan kuliah tatap muka dijalankan secara bertahap, yakni cuma tiga fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran serta Fakultas Keolahragaan.

Tiga fakultas ini dipilih kausa letak gedung perkuliahannya “saling berjauhan sehingga bisa meminimalisir terjadinya kerumunan”.

“Hari tersebut kita coba untuk tiga fakultas dulu. Kita atur jarak dengan pertimbangan jeda antara fakultas hukum secara fakultas kedokteran jauh, makin dengan FKOR (fakultas keolahragaan) cukup jauh karena dalam Manahan, ” ujarnya.

Mahasiswa yang mengikuti kuliah tatap muka “juga masih terpatok, hanya mahasiswa angkatan 2020, ” kata Jamal Widodo. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan ditambah.

Sumber gambar, Fajar Sodiq

Jika tes coba ini berjalan baik, menurutnya, nantinya ditambah teristimewa dengan semester empat dan semester enam dan seterusnya.

Silakan mahasiswa memilih: pelajaran tatap muka atau renggang jauh

Namun serupa itu, Jamal menekankan, kuliah tatap muka di UNS tidak “merupakan kewajiban bagi mahasiswa untuk mengikutinya”. Pihaknya serupa akan tetap memfasilitasi mahasiswa yang memilih kuliah daring.

Dalam uji coba pelajaran tatap muka ini, pihaknya mensyaratkan ruang kelas maksimal sebanyak 25 mahasiswa.

Berapa jumlah dosen UNS yang sudah vaksin?

Dosen yang mengajar buat kegiatan kuliah tatap membuang diutamakan dosen yang sudah mendapatkan vaksin covid-19.

Jumlah dosen di UNS yang sudah divaksin kira-kira 600 orang dari total total 1. 700 pendidik.

“Kita sudah mengajukan 1. 700 plus 18. 00 {dosen], tapi {karena|sebab} keterbatasan vaksin yang {ada|tersedia}, maka baru sekitar 600 orang yang sudah divaksin.

“Itu pun kita utamakan yang pimpinan, {baik|indah|cara|jalan|tertib|elok|molek|bagus|cantik} rektor, wakil rektor, dekan maupun kaprodi. Kemudian {semua|seluruh} (dosen) yang diatas 60 tahun itu sudah, ” ujarnya.

Bagaimana respons mahasiswa UNS yang ikut {kuliah|pelajaran|belajar} tatap muka?

{Satu|Mulia|Utama|Kepala} per satu mahasiswa {yang|dengan} akan masuk ke gedung Fakultas Hukum UNS {mencuci|membersihkan|membasuh} tangan dan mengfikuti {pengecekan|pemeriksaan} suhu badan.

{Jika|Bila|Kalau} tidak mengikuti prosedur {protokol|adat|aturan} kesehatan itu, petugas kampus akan langsung menegurnya, {seperti|laksana|kaya|serupa|sesuai|semacam|bagaikan|seolah-olah} dilaporkan wartawan di {Solo|Tunggal}, Fajar Sodiq, untuk BBC News Indonesia, Rabu (07/04).

Ketika masuk {ruang|kawasan|bagian|tempat} kelas, mereka kemudian {menempati|menyimpan|memasukkan} kursi masing-masing dengan {ada|tersedia} jarak tertentu. Mereka {juga|selalu|serupa|pula} mengenakan masker – {hal|peristiwa|kejadian|situasi} serupa juga dilakukan {para|para-para} dosen yang mengajar.

“Saya merasa selama kuliah daring tidak efektif, ” {kata|sekapur|cakap|sirih|introduksi|prawacana|kata pendahuluan|sebutan|logat} mahasiswa FH, Nur Afifah Siti Aisyah.

Sumber gambar, Fajar Sodiq

Mahasiswa angkatan 2020 ini {mengaku|mengiakan} baru pertama kali {kuliah|pelajaran|belajar} tatap muka. “Tadi {saja|selalu|sekadar} nyasar , nyari [ruang kuliah], karena ini {pertama|perdana|prima|mula-mula|baru} kalinya ke fakultas {hukum|patokan|kaidah|dasar|norma|asas|adat|lembaga}, ” ujarnya.

“Harapannya pandemi ini segerai usai {dan|&|serta} saya ingin merasakan {kuliah|pelajaran|belajar} secara langsung, ” {kata|sekapur|cakap|sirih|introduksi|prawacana|kata pendahuluan|sebutan|logat} Afifah. “… G imana sih {kuliah|pelajaran|belajar} ketika keadaan biasa. ”

Pengalaman serupa {juga|selalu|serupa|pula} dirasakan Dihya Khalifa, mahasiswa jurusan psikologi UNS.

“Acara luring ini {menarik|menjadikan|memikat|mengakui} sekali, karena sebelumnya {benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} daring dan enggak {pernah|sudah} ketemu sama teman-teman {dan|&|serta} dosen, ” katanya.

{Dia|Tempat} mengaku sudah memenuhi persyaratan yang digariskan pihak kampus, sehingga hal itu membuatnya merasa aman dan {nyaman|tenteram|makmur|damai|sejuk|aman|enak} kuliah tatap muka.

{Dosen|Pengajar|Pembimbing|Pendidik} UNS: ‘Sebenarnya, kalau dibilang khawatir, tetap ada… ‘

Secara terpisah salah {satu|mulia|utama|kepala} dosen Fakultas Keolahragaan UNS, Dhedy Winata mengaku {masih|sedang} sedikit khawatir dengan {pelaksanaan|pengamalan|pengoperasian} kuliah tatap muka {itu|tersebut}.

Hanya saja {rasa|mengalami|menemui|menikmati|mengecap} kekhawatiran itu sedikit {teratasi|terpecahkan} lantaran mahasiswa yang {mengikuti|memasukkan|mendaftarkan} kuliah tatap muka {wajib|tetap} menyertakan hasil swab {untuk|buat} menandakan tidak sedang terpapar cpositif covid-19 saat {mengikuti|memasukkan|mendaftarkan} kuliah tersebut.

“Sebenarnnya {kalau|jika} dibilang khawatir tetap {ada|tersedia}, namun secara administrasi {kan|membangun|membentuk} sudah diminta menunjukkan {surat|tulisan} keterangan hasil swab antigen ataupun PCR sehingga {mereka|itu} sudah siap untuk {kuliah|pelajaran|belajar} tatap muka, ” ujarnya.

Meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin, namun Dhedy {tetap|pasti|langgeng|tentu|lestari} berhati-hati dan menerapkan {protokol|adat|aturan} kesehatan dengan ketat {ketika|masa|kala} bertemu dengan mahasiwa {di|dalam|pada} ruang kelas.

“Dosen-dosen yang ada di UNS kan sudah divaksin. {Artinya|Berarti} dengan vaksin itu {bisa|mampu} untuk mencegah dan {mengurangi|menekan} (tertular), ” kata Dhedy kepada wartawan di {Solo|Tunggal}, Fajar Sodiq, untuk BBC News Indonesia.

Mengapa UGM dan UI ‘belum {menggelar|menjadikan|menyelenggarakan|mewujudkan|menerapkan|mengimplementasikan|menunaikan} kuliah luring’?

{Syarat|Kondisi|Sarana} lainnya, para mahasiswa {itu|tersebut} harus mendapat izin {dari|daripada|lantaran|dibanding|sebab|sejak} orang tuanya dan {secara|dengan} periodik mereka diperiksa kesehatannnya apakah bebas Covid-19 {atau|ataupun} tidak.

Wakil Rektor {Bidang|Dunia|Tempat|Bagian} Akademik dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso mengatakan, pihaknya tetap mempertimbangkan “jumlah {kasus|kejadian|peristiwa|urusan} COVID-19, terutama paska lebaran Idul Fitri”.

Sumber gambar, www.ugm.ac.id

Jika {sebaran|pamflet|siaran ceceran} kasus COVID-19 di {Indonesia|Nusantara} kondusif atau bisa {tertangani|terselesaikan} dengan baik akan {dilaksanakan|dijalankan} di bulan Agustus, {kata|sekapur|cakap|sirih|introduksi|prawacana|kata pendahuluan|sebutan|logat} Djagal Wiseso.

“Namun {bila|masa} kasus positif meningkat, {pelaksanaan|pengamalan|pengoperasian} kegiatan kuliah tatap {muka|membuang|depan} akan diundur Oktober {atau|ataupun} November, ” kata Djagal, Kamis (25/03).

Sementara, Universitas Indonesia menyatakan akan {mengikuti|memasukkan|mendaftarkan} arahan Kementerian Pendidikan {dan|&|serta} Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyelenggarakan kembali perkuliahan secara tatap muka.

“Seperti {penyusunan|pembentukan} jadwal perkuliahan, pengaturan {kapasitas|daya} ruang kelas, laboratorium, {dan|&|serta} asrama, serta memonitor {berbagai|bermacam-macam|bervariasi} aktivitas dosen dan mahasiswa, ” tambahnya.

Menurutnya, pihaknya masih memiliki banyak {waktu|masa|zaman|periode} seandainya mulai semester {depan|aliran|ajaran|pendahuluan} perkuliahan kembali digelar {secara|dengan} tatap muka.

“Yang pasti kami ingin {menjaga|memelihara|melindungi|melestarikan|menggembala|mengelola|membentengi} kesehatan dan keselamatan {seluruh|semesta|segenap} civitas akademika selama berkegiatan di kampus, ” {kata|sekapur|cakap|sirih|introduksi|prawacana|kata pendahuluan|sebutan|logat} dia.

{Wartawan|Kuli} di Solo, Fajar Sodiq, berkontribusi dalam laporan {ini|itu|tersebut}.