Percekcokan Israel-Palestina: Tembakan roket Hamas dibalas serangan udara, Nusantara kutuk pelanggaran Israel

0 Comments

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

8 Mei 2021

Diperbarui 4 tanda yang lalu

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari lain

Percekcokan antara Israel dan Palestina terus berlanjut sejak pertengkaran berdarah di Masjid Al-Aqsa, Jumat (07/05) lalu. Dalam Senin malam (10/05) waktu setempat, militer Israel melancarkan serangan udara untuk menyambut tembakan roket dari Hamas dan militan Palestina lainnya.

Serangan hawa Israel itu menewaskan setidaknya 20 orang, termasuk sembilan anak-anak dan seorang komandan senior Hamas. Adapun 65 lainnya luka-luka, ungkap otoritas Palestina di Gaza kepada kantor berita AFP .

Pertama Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa Hamas telah “melewati batas” dengan membidikkan roket-roketnya ke Yerusalem jadi pihaknya “merespons dengan gaya. ”

“Kita tidak bakal mentolerir serangan atas daerah kita, ibu kota kita, rakyat kita, dan prajurit kita. Mereka yang menyerobot kita akan membayar langka, ” kata Netanyahu saat memimpin rapat dengan arahan militer dan dinas ketenteraman Shin Bet.

Baca serupa:

Militer Israel melahirkan 150 roket ditembakkan sejak Gaza, puluhan di antaranya berhasil ditangkal Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi, serta tidak menimbulkan korban atma.

Tidak lama kemudian Israel menggempur posisi-posisi strategis Hamas di Gaza, yaitu dua peluncur roket, dua pos militer, terowongan dan delapan aparat Hamas.

Sumber tulisan, AFP via Getty Images

Sumber-sumber Hamas mengatakan kepada AFP bahwa seorang komandan mereka, Mohammed Fayyad, mati.

Sebelumnya, Hamas sudah mengancam akan melancarkan serangan setelah lebih dari 300 warga Palestina luka-luka sesudah kembali bentrok dengan polisi Israel di kompleks suci Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Senin.

Indonesia mengutuk pengusiran warga Palestina oleh Israel

Sementara tersebut masyarakat internasional terus bereaksi atas pecahnya lagi pertentangan Israel dan Palestina dalam Yerusalem.

Konflik itu berawal saat para warga Palestina memprotes rencana Israel untuk menggusur mereka dibanding kawasan Sheikh Jarrah dalam Yerusalem Timur dalam rencana perluasan permukiman Yahudi. Gerak laku protes usai salat Jumat pada 7 Mei berserakan itu berlanjut dengan pertengkaran polisi Israel dan sejak itu terus berlangsung.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyatakan bahwa pengusiran menekan warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, & penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Langgar Al-Aqsa tidak boleh diabaikan.

“Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Jawatan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel. Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina, ” demikian keterangan Jokowi di bahasa Inggris lewat akunnya di Twitter Senin kemarin.

Sementara itu, AS, Bon Eropa, dan Inggris telah mendesak Israel dan Palestina untuk meredakan ketegangan secepatnya mungkin.

Bentrokan p awai b endera

Bentrokan kembali terjadi di dekat Langgar Al-Aqsa, Yerusalem, menjelang Perarakan Bendera Hari Yerusalem dengan digelar oleh kalangan nasionalis Yahudi pada Senin sore (10/05) waktu setempat.

Kepolisian Israel mengatakan ribuan warga Palestina membarikade diri dalam masjid pada Minggu malam (09/05), bersenjatakan bom molotov dan batu.

Masih menurut kepolisian Israel, aparatnya menggunakan granat kejut, peluru karet dan gas minuman mata untuk melawan pengikut yang melemparkan batu.

Sumber gambar, Reuters

Pawai alam tahunan digelar untuk mengingat perebutan Israel atas Yerusalem Timur – wilayah sendi bagi Kota Tua serta situs-situs suci – di dalam perang pada tahun 1967.

Acara itu biasanya diwarnai dengan aksi ratusan pemuda Israel mengibar-ibarkan bendera ketika memasuki bagian yang diperuntukkan bagi Muslim, menuju Tembok Barat, tempat suci orang Yahudi. Mereka berbaris serupa menyuarakan puji-pujian dan lagu-lagu patriotis.

Bentrokan terbaru tersebut terjadi menyusul peristiwa berbakat antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel yang terulang kembali di zona Kota Tua, Yerusalem, Sabtu (08/05) waktu setempat.

Dalam bentrokan itu, para-para pengunjuk rasa melemparkan akik ke arah polisi serta menyalakan api di Gerbang Damaskus di Kota Sampai umur Yerusalem, dan aparat menanggapinya dengan menembakkan granat kejut dan meriam air.

Sumber gambar, Reuters

Tim kesehatan tubuh Palestina mengatakan lebih sejak 300 orang Palestina terluka, sementara kepolisian Israel mengucapkan setidaknya 20 orang aparat terluka.

Kompleks nirmala bagi Islam dan Yudaisme

Insiden ini kembali berlaku setelah kerusuhan berhari-hari menyusul ancaman pengusiran terhadap awak Palestina dari wilayah itu yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Pelik masjid Al-Aqsa Yerusalem merupakan salah satu situs Islam yang paling dihormati, tetapi lokasinya juga merupakan situs tersuci dalam Yudaisme, yang dikenal sebagai Temple Mount.

Kompleks ini acap kala menjadi titik nyala kekerasan, tetapi insiden pada keadaan Jumat termasuk yang terburuk dalam beberapa tahun belakang.

Sumber gambar, Amir Levy/Getty

Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan PBB di dalam hari Sabtu telah menyatakan “keprihatinan mendalam” atas kekerasan yang terus meningkat di wilayah itu.

Dalam kelanjutan terpisah pada hari Sabtu, militer Israel mengatakan suatu roket ditembakkan oleh keras Palestina dari Jalur Gaza yang dikuasai kelompok keras Hamas ke wilayah Israel.

“Sebagai tanggapan, pesawat awak baru saja menyerang pangkalan militer Hamas di provinsi selatan Gaza, ” serupa itu cuitan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Twitter.

Sumber gambar, Reuters

IDF tak memberikan rincian lebih tinggi, tetapi media Israel mengadukan bahwa roket itu datang di kawasan terbuka minus menyebabkan cedera atau kebobrokan.

Sumber gambar, Amir Levy/Getty

Seperti apa kejadian kekerasan terbaru?

Bentrokan di dalam hari Sabtu terjadi pada Gerbang Damaskus setelah puluhan ribu jamaah menggelar salat di masjid Al-Aqsa buat menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan setidaknya 90 orang Palestina terluka, serta 14 orang dilarikan ke rumah sakit ketika itu.

Sebelumnya, polisi Israel sudah menghentikan puluhan bus dengan membawa rombongan jamaah ke masjid, dan sejumlah warga Palestina ditangkap setelah kekerasan pada hari Jumat.

“Mereka tidak ingin kami berharap. Ada perkelahian setiap hari, setiap hari ada percekcokan. Setiap hari selalu tersedia masalah, ” kata Mahmoud al-Marbua, 27 tahun, pada kantor berita Reuters .

Perdana Gajah (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya bertindak secara bertanggung jawab untuk menyungguhkan proses hukum dan ketertiban tetap berjalan, sambil menegakkan kebebasan beribadah.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengutuk apa yang dia katakan jadi “serangan penuh dosa” Israel.

Apa yang terjadi di kompleks Al-Aqsa pada keadaan Jumat?

Sebelumnya, pertikaian berdarah terjadi di pelik Masjid Al-Aqsa Yerusalem di dalam Jumat malam waktu setempat (07/05).

Ini terjadi setelah polisi Israel menembakkan pelor karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan kotor.

Insiden ini terkait dengan ancaman pengusiran atas warga Palestina dari daerah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Sumber gambar, Amir Levy/Getty

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat ketenteraman Israel luka-luka akibat perselisihan, ungkap kantor berita Reuters merujuk laporan dari kedua pihak.

Ketegangan balik muncul di Yerusalem & wilayah pendudukan Tepi Barat selama bulan suci Bulan berkat setelah beberapa kali pertikaian terjadi pada malam keadaan di Sheikh Jarrah kacau wilayah di mana banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran setelah sekian lama bersengketa secara hukum.

Pekik untuk menahan diri bagi kedua pihak telah dilontarkan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa Bangsa, sementara Bon Eropa dan Yordania menyatakan keprihatinan atas situasi dengan memanas terkait ancaman pengusiran atas warga Palestina.

Mengapa konflik bisa berantakan lagi?

Puluhan ribu warga Palestina berdatangan ke Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu tempat suci untuk umat Muslim, kemarin buat salat Jumat. Ini adalah Jumat terakhir di bulan suci Ramadan tahun ini.

Setelah salat, banyak yang memilih tidak langsung pulang untuk ikut lagak protes menentang pengusiran masyarakat Palestina di wilayah dengan diklaim pemukim Yahudi.

Sumber gambar, Anadolu Agency via Getty Images

Setelah berbuka puasa, pecah antagonisme di Al-Aqsa dan pada dekat Sheikh Jarrah, yang terletak tak jauh sejak Gerbang Damaskus yang populer di kawasan Kota Sampai umur Yerusalem.

Polisi Israel menggunakan meriam air sebab kendaraan lapis baja buat membubarkan ratusan pemrotes dengan berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga yang terancam dikeluarkan.

Sumber gambar, Reuters

Para pemrotes juga berawal dari kawasan lain. “Kami sudah terbiasa menghadapi pendudukan ini, mereka mulanya mengambil beberapa rumah disini dengan ilegal, lalu mengeklaim kalau rumah-rumah ini punya mereka, ” kata pemrotes bernama Bashar Mahmoud, pemuda 23 tahun yang tinggal pada kawasan Issawiya yang dekat dengan Sheikh Jarrah.

“Bila tidak mendukung ikatan warga di sini, [pengusiran] akan berlaku di rumah saya, panti dia, rumah mereka, serta semua warga Palestina dengan tinggal di sini, ” lanjutnya.

Pengurus masjid Al-Aqsa berupaya menenangkan situasi lewat pengeras suara. “Polisi harus berhenti tembakkan granat kejut ke jemaah, anak-anak muda harus tenang & diam! ”

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Namun, bentrokan berdarah tak terelakkan. Dinas ambulans Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan 108 dari warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit, banyak dari mereka yang kena arah peluru logam berlapis karet.

Seorang yang terluka harus kehilangan salah kepala matanya, dan dua lainnya luka parah di besar. Dua lagi retak tangkas rahang. Sedangkan sebagian luhur korban cedera rata-rata luka ringan, ungkap pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina.

Seorang juru bicara polisi Israel menyatakan bahwa para pemrotes melemparkan bebatuan, mercon dan benda-benda lain ke arah para petugas, sekitar setengah dari 17 dengan luka-luka harus dirawat di rumah sakit.

“Kami akan memberi tindakan bahana atas setiap kekerasan, kekacauan, atau penyerangan atas aparat kami dan akan mengaduk-aduk siapa yang bertanggungjawab beserta membawanya ke muka hukum, ” kata juru kata itu.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab akan situasi yang membahayakan itu dan atas serangan yang terjadi di kota bersih tersebut. Dia pun menganjurkan Dewan Keamanan PBB lekas menggelar rapat khusus menanggapi kekerasan itu.

Sumber gambar, Reuters

Kekerasan dengan meningkat di wilayah pendudukan Tepi Barat, saat besar warga bersenjata Palestina mati dan seorang lagi luka parah pada Jumat kemarin setelah mereka menembaki basis militer Israel. Setelah insiden itu, militer Israel membuktikan akan menambah pasukan menyerang ke Tepi Barat.

Mengapa Sheikh Jarrah jadi konflik?

Sebagian besar masyarakat Sheikh Jarrah adalah karakter Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan tempat suatu tempat suci karena terdapat makam seorang pemimpin agung Yahudi.

Masyarakat Palestina khawatir mereka akan diusir dari lingkungan tersebut, apalagi saat Mahkamah Gemilang Israel akan menggelar wasit soal sengketa hukum daerah tersebut pada Senin pasar depan.

Juru kata Komisi PBB urusan Sah Asasi Manusia menyatakan kalau pengusiran, bila diputuskan & dilaksanakan, akan melanggar kesibukan Israel di muka dasar internasional atas wilayah Yerusalem Timur yang direbut & didudukinya, bersama dengan Susur Barat, dari Yordania di 1967.

“Kami menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua pengusiran paksa, termasuk mereka yang tinggal di Sheikh Jarrah, dan menghentikan setiap kegiatan dengan akan menimbulkan suasana dengan koersif dan mengarah kepada alih kepemilikan paksa, ” kata juru bicara Bayaran HAM PBB, Rupert Colville pada Jumat.

Tengah itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa Palestina sedang “menghadirkan perselisihan real-estat antarpihak swasta untuk kepentingan nasionalis, dalam rangka menghasut kekerasan di Yerusalem. ” Palestina membantah klaim itu.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Timur Tengah 1967 dan mengeklaim seluruh Yerusalem sebagai pokok kotanya,, walau itu tak diakui sebagian besar bangsa internasional.

Sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya masa pendahuluan sebagai negara yang independen.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain