Perjamuan Natal di Betlehem sepi, pandemi Covid-19 sebabkan ekonomi kota terpuruk

0 Comments
Perjamuan Natal di Betlehem sepi, pandemi Covid-19 sebabkan ekonomi kota terpuruk

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

  • Yolande Knell
  • BBC News, Bethlehem

5 jam yang lalu

Pohon besar dengan hiasan bintang di atasnya dipasang dalam Manger Square, Betlehem untuk perayaan Natal, namun kali ini jauh dari meriah.

Pada 2019, musim liburan Natal seperti ini memikat ribuan pengunjung ke kota mungil di kawasan pendudukan Tepi Barat, Palestina.

Pengunjung membanjiri kota itu sepanjang tahun lalu.

Sebelum pandemi menerjang, masih banyak pihak yang berharap 2020 akan lebih baik buat pemasukan bisnis di kota tersebut.

“Tingkat okupansi lebih sejak 90%. Semua orang melakukan investasi di sektor ini, ” cakap Mariana al-Arja, manajer hotel Angel.

“Para pengusaha mulai membangun hotel-hotel perdana. Saya membangun 22 ruang hotel mewah. Namun kini [bisnis] mati. Sangat sedih, ” tambahnya.

Hotel Angel merupakan tempat pertama terjadinya urusan virus corona Maret lalu setelah seorang turis Yunani yang status di hotel itu dinyatakan nyata.

Arja sendiri dan sejumlah staf lain dinyatakan positif. Mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Dua kamar kemudian, semua pemesanan hotel dibatalkan, dan dia terpaksa memberhentikan 25 karyawan dan menutup hotel.

Ia mengatakan dampak terhadap bisnis virus corona lebih buruk dibandingkan dampak kekerasan konflik Israel-Palestina. Namun di tengah ini semua, Arja menyatakan optimistis, bisnis akan pulih kembali.

“Di sinilah tempat Yesus lahir. Saya tetap turis akan kembali ke Bethlehem namun perlu waktu, ” katanya.

Tidak hanya hotel, restoran dan toko-toko cinderamata juga tutup.

Angka pengangguran meningkat serta perekonomian kota yang selama berabad-abad menggantungkan diri pada kunjungan pengikut Kristen, terpuruk.

Namun di bagian asing kota, sejumlah bisnis online lulus meraup untung.

Di toko cenderamata semak pohon zaitun, saya temukan mereka sibuk melayani pesanan.

Pemilik toko Christmas House, Jack Giacaman, mengepak barang-barang pesanan berupaya ornamen kelahiran Yesus.

“Tahun ini sangat gawat. Pada awalhnya, tak ada kerja. Pada pertengahan tahun, saat musim panas, sebagian besar dari kami tak mampu cari uang untuk beli roti sekalipun, ” katanya.

“Bekalangan ini, terima kasih Tuhan… semua orang, pra Natal ingat tentang Betlehem serta mereka ingin beli sesuatu. Hari ini saja saya mengirim bahan ke berbagai tempat dunia, ke Selandia Baru, Kanada, Inggris, ” tambahnya.

Wali kota Betlehem menekankan bahwa peringatan Natal tidak akan dibatalkan namun mau sangat berbeda dibandingkan biasanya.

Prosesi dengan diizinkan hanya marching band kelompok pramuka untuk menyambut pendeta yang diundang untuk memimpin perayaan suangi Natal pada 24 Desember.

Misa suangi Natal, yang dianggap sebagai periode paling penting dalam rangkaian acara di Gereja Kelahiran, akan ditutup untuk umum.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang berusia 85 tahun, tidak akan hadir.

Karantina ketat diterapkan pada wilayah Palestina, Tepi Barat yang diduduki Israel karena naiknya kasus Covid-19.

Semua warga harus tetap berdiam di rumah mulai jam 19: 00 sampai 06: 00 pagi dan sepanjang hari Jumat dan Sabtu – waktu akhir pekan di Palestina.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari asing

Pada tengah persiapan Natal tanpa kegiatan di luar rumah ini, para-para pendeta meminta jemaat Kristen buat mendekatkan diri kepada yang Sungguh Kuasa.

“Natal yang sedih, tapi kita tahu saat Yesus lahir, malaikat berkata, ‘Jangan takut’, ” kata pendahuluan Issa Thaljieh, pendeta Ortodoks Yunani di Gereja Nativity.

“Kita tahu Yesus Kristus dilahirkan untuk kita, menyelamatkan kita dan inilah cara kita untuk bahagia – untuk merasakan perdamaian dari dalam dan sakinah dari dalam, ” tambahnya.

Di satu sudut pada Manger Square, Gloria Nasser merancang kue dan kurma Palestina.

Dia telah lama tinggal di situ serta biasanya puluhan rekan dan saudaranya datang untuk bersama-sama menonton pawai dari balkon rumahnya.

Namun tahun itu, teman-temannya tak diizinkan datang.

Nasser mengatakan umat Kristen setempat memiliki suruhan untuk mengingatkan dunia tentang perintah Natal.

“Saat orang mengatakan Betlehem, karakter terpikir Yesus dan tempat dia dilahirkan, ” katanya.

“Kami tahu di seluruh dunia, banyak anak yang terdampak virus. Jadi tarikh ini, kami harus tetap punya harapan dan berdoa agar pandemi selesai. ”