Praktik kerja paksa Muslim Uighur di China: Perusahaan-perusahaan Inggris ‘terlibat’, kata parlemen

0 Comments

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

enam jam yang lalu

Sejumlah perusahaan Inggris mungkin ‘terlibat’ dalam penggunaan kegiatan paksa warga Uighur dalam Provinsi Xinjiang, China, patuh laporan anggota parlemen.

Komite Bisnis, Energi & Strategi Industri (BEIS) Menawan Rendah Parlemen Iggris mengutarakan dalam rantai suplai ada ketidaktransparanan dan terjadi kegagalan di pihak pemerintah.

Xinjiang ditempati oleh banyak gerombolan etnik minoritas, termasuk Muslim Uighur.

Dikatakan berbagai perusahaan pakaian, eceran, media dan teknologi kemungkinan terlibat, dan kini tiba saatnya untuk menjatuhkan denda dan memasukkan nama-nama perusahaan yang gagal membuat perubahan ke di dalam daftar hitam.

Komite BEIS mengutarakan pihaknya terkejut mendapati banyak perusahaan masih tak siap menjamin jaringan suplainya terbuka dari praktik kerja menekan. Oleh karena itu, itu berrpendapat bahwa perusahaan dengan tidak bisa membuktikan muncul bersih dari praktik kerja paksa di Xinjiang kudu diberi sanksi.

Laporan tersebut mengeluarkan rekomendasi agar pemerintah mempercepat rencana mengubah dan memperkuat Akta Perbudakan Modern 2015.

Para anggota parlemen juga merekomendasikan agar negeri menyusun kerangka kebijakan buat membuat daftar perusahaan suci dan daftar perusahaan hitam bagi mereka yang lulus dan mereka yang gagal memenuhi kewajiban dalam buram melindungi hak asasi bani adam di seluruh rantai suplainya.

Untuk menyusun laporan itu, Komite BEIS mendengarkan fakta dari berbagai saksi tercatat mereka yang bekerja untuk perusahaaan Boohoo, H& M, TikTok, The North Face dan Nike.

Disebutkan dalam laporan “jelas tidak dapat diterima” bahwa Boohoo hanya memiliki sedikit data tentang bermacam-macam jenjang di rantai suplainya.

Juru bicara Boohoo mengatakan perusahaannya “telah membuat perubahan besar-besaran terhadap praktik-praktik jaringan suplainya”, dan “kelompok daya itu menanti-nantikan penerbitan jaringan suplainya di Inggris pasar depan”.

Walaupun informasi parlemen Inggris ini menetapkan banyak keprihatinan tentang penggunaan kapas dari Xinjiang sebab perusahaan retail dan kongsi penyedia, perusahaan-perusahaan lain selalu mendapat sorotan.

Laporan bagian parlemen menyoroti Disney, yang oleh mereka dikatakan menumpukan memberikan bukti lisan dalam rapat dengan komite. Masukan Disney yang diminta merupakan terkait dengan pembuatan film Mulan. Sebagian syuting hidup tersebut dilakukan di Daerah Xinjiang.

“Perusahaan Walt Disney Company mempunyai tanggungjawab buat menunjukkan bahwa tak utama pun tindakannya mendukung penindasan atau merongrong hak pokok manusia selama pembuatan Mulan, ” kata laporan dewan perwakilan rakyat Inggris.

Amat mengkhawatirkan

Seorang juru bicara Disney menanggapi tudingan dalam laporan kongres dengan mengatakan: “Kami meluhurkan peran dan pandangan komisi khusus dan ketika saya dihubungi oleh komite, saya memberikan keterangan yang relevan dan kesaksikan tertulis yang kuat. ”

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Nusrat Ghani, lengah seorang anggota Komite BEIS dari Partai Konservatif mengatakan: “Sangat mengkhawatirkan jika perusaaan-perusahaan melayani jutaan konsumen Inggris tidak bisa menjamin bahwa rantai suplai mereka sunyi dari kerja paksa.

“Legislasi perbudaan modern dan kebijakan Departemen Bisnis, Energi & Strategi Industri tidak siap mengatasi situasi berat ini. Di tengah bukti yang meyakinkan tentang pelanggaran, tak ada langkah-langkah signifikan dengan baru dari pemerintah buat melarang perusahaan Inggris mengeruk keuntungan dari praktik kegiatan paksa etnik Uighur di Xinjiang dan wilayah-wilayah lain di China. ”

Tetapi seorang juru bicara negeri Inggris mengatakan: “Kerja menekan adalah salah satu wujud praktik yang paling rendah di dunia dan negeri tidak akan membelanya, barangkali eksploitasi ini terjadi dalam Inggris atau di luar negeri. ”

Ditambahkan, “Inggris adalah negara pertama pada dunia yang mengharuskan kongsi melaporkan bagaimana mereka menyalahi perbudakan modern dan kegiatan paksa dalam operasional dan jaringan suplainya, dan ana berencana memperluas jangkauannya ke lembaga-lembaga publik tertentu dan memberlakukan sanksi keuangan kepada organisasi yang tidak mematuhi peraturan. ”

Wartawan BBC masalah perdagangan global, Darshini David melaporkan 20% penerapan kapas dunia berasal daripada Xinjiang dan muncul bukti-bukti semakin kuat bahwa masyarakat Muslim Uighur dipaksa menyala di ladang dan pabrik.

Kurangnya keterbukaan pada jaringan suplai, lanjutnya, memproduksi sejumlah perusahaan terlibat pada pelanggaran itu tanpa disadari.