Siapakah Lloyd Austin, jenderal purnawirawan dengan dinominasikan sebagai menteri pertahanan AS

0 Comments
Siapakah Lloyd Austin, jenderal purnawirawan dengan dinominasikan sebagai menteri pertahanan AS

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

42 menit yang lalu

Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, menunjuk jenderal purnawirawan Lloyd Austin sebagai menteri pertahanan pada kabinetnya, lapor media setempat.

Cantik Biden maupun Jenderal Austin belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Dilaporkan Biden menawarkan posisi itu dan Jenderal Austin telah menerima tawaran itu.

Jika disetujui, Austin, 67, yang pensiun pada tahun 2016 akan menjadi warga Amerika dinasti Afrika pertama yang memimpin Pentagon.

Dia memerlukan persetujuan Kongres karena ketentuan Amerika Serikat (AS) menetapkan jeda setidaknya tujuh tahun antara masa aktif di militer dengan kala jabatan menteri pertahanan.

Biden mendapat seruan dari berbagai pihak, tercatat dari kaukus Asia, kaukus Indra peraba Hitam dan Latino pendukung Demokrat untuk menominasikan orang-orang dari golongan minoritas guna menduduki jabatan tinggi di kabinet.

Michèle Flournoy, pejabat yang lama berkarier di Pentagon, serupa diunggulkan mengisi jabatan menteri pertahanan, selain Jeh Johnson, mantan wakil jenderal Pentagon dan mantan gajah keamanan dalam negeri.

Di masa tadbir Presiden Barack Obama, Jenderal Austin memimpin Komando Pusat AS, antara lain mencakup wilayah Timur Pusat, Asia Tengah dan sebagian Asia Selatan, antara 2013 hingga 2016.

Jenderal bintang empat itu adalah arsitek utama dalam operasi militer pimpinan AS menggempur kelompok dengan menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah.

Menghindar i sorotan

Sebelumnya ia menjabat wakil kepala staf Angkatan Darat dan tercatat sebagai jenderal terakhir yang memimpin pasukan GANDAR di Irak.

Selama kurun zaman tersebut, Austin bekerja sama secara Joe Biden sebagai wakil pemimpin pemerintahan Obama.

Jenderal Austin dikenal sebagai sosok yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat dan menghindar dibanding sorotan publik, tidak banyak memberikan wawancara kepada media dan menetapkan tidak membeberkan operasi militer kepada publik.

Tetapi penunjukkan Austin bisa oleh sebab itu mendapat kritikan dari sejumlah kaum progresif terkait dengan kedudukan jenderal itu sebagai anggota dewan direktur perusahaan pertahanan Raytheon.

Nominasinya mungkin selalu akan ditentang oleh anggota Kongres yang lebih mendukung jika Pentagon di bawah kepemimpinan sipil.

Persyaratan persetujuan pengecualian yang dikeluarkan Konvensi sejauh ini baru diberikan perut kali, yang terbaru adalah dalam kasus James Mattis, pensiunan jenderal marinir yang menjadi menteri pertahanan pertama di bawah pemerintahan Kepala Donald Trump.

Joe Biden mengalahkan Presiden Trump dalam pemilihan di tanggal 3 November.

Namun Trump tetap menolak mengakui kekalahan serta terus mengeluarkan tuduhan terjadi manipulasi luas, tanpa didukung bukti-bukti.