Terusan Suez: Harga minyak terangkat setelah kapal kontainer sepanjang empat lapangan sepak bola kandas, ‘kerugian Rp43 triliun per hari’

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

25 Maret 2021, 07: 25 WIB

Diperbarui 5 jam yang berantakan

Sumber gambar, EPA

Ever Given, kapal kontainer raksasa sepanjang empat lapangan menyepak bola dengan lebar 59 meter tersangkut di Siring Suez, Mesir, memblokir salah satu rute perdagangan tersibuk dalam dunia.

Kesialan akibat kemacetan yang disebabkan oleh kapal kargo raksasa ini mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp43 triliun per hari, kata pakar sejarah maritim, Sal Mercogliano.

“Organisasi konferensi pengapalan internasional, ISC, mengatakan kerugian akibat kemacetan di Terusan Suez bisa mencapai US$3 miliar per hari, ” introduksi Mercogliano, dalam wawancara secara BBC World Service, keadaan Kamis (25/03).

Perusahaan Jepang yang memiliki kapal manusia besar ini, Shoei Kisen Kaisha, mengatakan mendorong dan memindahkan Ever Given “terbukti betul sulit”.

Namun menambahkan mereka “berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi keadaan”.

Baca juga:

Evergreen Marine Corporation, kongsi Taiwan yang mengoperasikan kapal kargo tersebut mengatakan itu bekerja sama dengan teknisi dan tim penyelamat mereka rencana untuk mengapungkan kembali kapal raksasa tersebut secepat mungkin.

Upaya menarik pesawat kargo dengan dengan kapal-kapal tongkang sejauh ini belum membuahkan hasil.

Saat itu, setidaknya 150 kapal terjebak, menanti kapal penyelamat buat membebaskan kapal sepanjang 400 m itu, yang melenceng dari jalurnya karena jalan kencang.

Mesir telah membuka kembali saluran lama pada terusan itu untuk membelok beberapa lalu lintas datang kapal kontainer yang tercampak itu dapat bergerak sedang.

Sumber gambar, AFP

Perihal ini telah mengakibatkan kenaikan harga minyak di rekan internasional.

Harga minyak mentah di bursa berjangka global pada Rabu (24/3) terangkat enam persen setelah para-para pelaku pasar berjaga-jaga atas dampak gangguan di Terusan Suez itu, ungkap AFP.

Sekitar 12% perdagangan di dunia melewati Siring Suez, yang menghubungkan Mediterania ke Laut Merah serta menyediakan jalur laut terpendek antara Asia dan Eropa.

Kapal Ever Given, terdaftar di Panama dan dioperasikan oleh perusahaan perkapalan Evergreen, sedang dalam perjalanan menuju kota pelabuhan Rotterdam pada Belanda dari China, & bergerak ke utara melewati kanal untuk sampai ke Mediterania.

Sumber gambar, Science Photo Library

Kapal berbobot 200. 000 ton tersebut, dibangun pada 2018 serta dioperasikan oleh perusahaan transportasi Taiwan Evergreen Marine, bubar dan tersangkut dalam gaya miring sekitar pukul 07: 40 waktu setempat di hari Selasa (23/03).

Dengan panjang 400m dan lebar 59m, kapal tersebut menghalangi jalur kapal lain dengan kini terjebak dalam antrean di kedua arah.

Sumber gambar, Reuters

Perusahaan dengan mengelola kapal peti kemas itu, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), membantah laporan sebelumnya bahwa sebagian kapal telah diapungkan kembali.

Di dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan “prioritas jangka pendeknya ialah mengapungkan kembali kapal serta melanjutkan lalu lintas bahar di Terusan Suez secara selamat”.

Para ahli memperingatkan bahwa prosesnya dapat mengunyah waktu berhari-hari.

Reuters, mengutip sumber-sumber lokal, mengatakan setidaknya ada 30 kapal yang terjebak pada sebelah utara Ever Given, dan tiga di daksina.

Evergreen Marine mengatakan pesawat tersebut “diduga dihantam jalan kencang secara tiba-tiba, dengan menyebabkan lambung kapal keluar… dan secara tidak sengaja menabrak dasar laut dan kandas”.

BSM mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa seluruh kru “aman dan diketahui keberadaannya”, tanpa ada petunjuk cedera.

Delapan kapal tunda sedang bekerja untuk merapungkan kembali Ever Given, serta para penggali di tanah telah memindahkan pasir dari tempatnya tersangkut ke bagian tepi kanal.

Dr Sal Mercogliano, seorang sejarawan maritim yang berbasis di GANDAR, mengatakan kepada BBC kalau insiden seperti ini jarang terjadi, namun dapat membuat “konsekuensi besar bagi perdagangan global”.

Kekhawatiran bahwa pemblokiran dapat menghambat pengiriman minyak mentah membuat harga patra naik 4% di rekan internasional pada hari Rabu, lansir Reuters.

Badan polisi energi Kpler mengatakan kalau lebih dari 20 kapal tanker minyak yang membawa minyak mentah dan buatan olahannya terdampak oleh kemacetan tersebut.

“Ini adalah kapal terbesar dengan pernah kandas di Siring Suez, ” katanya, seraya menambahkan bahwa kapal tersebut tersangkut di tanggul dan akan kehilangan tenaga serta kemampuan mengemudinya.

“Jika itu tidak dapat membebaskannya… masa air pasang, mereka kudu mulai menurunkan kargo. ”

Julianna Cona, yang mengutarakan dia berada di atas kapal lain yang terletak tepat di belakang Ever Given, menulis di Instagram: “Kapal di depan kami kandas saat melewati kanal dan sekarang tersangkut di dalam keadaan menyamping, sepertinya awak tidak akan ke mana-mana sebentar…. ”

Penjabaran Theo Legett, koresponden usaha BBC News

Sumber gambar, EPA

Terusan Suez adalah arteri perdagangan negeri, yang menghubungkan Mediterania dengan Laut Merah, dan menyediakan jalan bagi kapal untuk melintas antara Asia & Timur Tengah dan Eropa. Alternatif utamanya, jalur melewati Tanjung Harapan di pucuk selatan Afrika, membutuhkan periode yang jauh lebih lama.

Rata-rata hampir 50 pesawat melewati kanal tersebut di setiap hari, meski kadang-kadang jumlahnya bisa jauh lebih agung – mencakup sekitar 12% dari perdagangan dunia. Ini sangat penting sebagai jalan untuk minyak dan udara alam cair, memungkinkan transmisi dari Timur Tengah ke Eropa.

Maka dari tersebut, skenario mimpi buruk merupakan pemblokiran rute penting tersebut – persis seperti yang sekarang terjadi dengan kandasnya Ever Given.

Sumber gambar, EPA

Pertanyaannya sekarang adalah berapa lama arah tersebut akan tidak mampu dilalui, karena penundaan yang lama akan menimbulkan masalah serius bagi pengirim bahan, menunda pengiriman barang dan bahan bakar.

Pada peristiwa ini, berbagai laporan membuktikan bahwa lalu lintas mampu kembali berjalan seperti semula dengan relatif cepat, jadi dampaknya akan terbatas, meskipun sudah terjadi kenaikan makna minyak.

Bagaimanapun insiden itu telah menunjukkan apa yang bisa salah ketika tingkatan baru kapal ua-besar bagaikan Ever Given harus meninggalkan batas kanal yang nisbi sempit.

Meskipun sebagian dari kanal itu diperluas sebagai bagian dari rencana modernisasi besar di rata-rata dekade terakhir, ia pasti sulit untuk dinavigasi berantakan dan kecelakaan bisa sekadar terjadi.

Kapal Ever Given memiliki kapasitas buat membawa 20. 000 kontainer pengiriman berukuran 20 tangan, menurut kantor berita Reuters.

Hampir 19. 000 kapal melewati kanal pada tahun 2020, menurut Otoritas Terusan Suez – rata-rata 51, 5 kapal per keadaan.

Pada 2017, sebuah pesawat kontainer Jepang memblokir terusan setelah kandas menyusul laporan tentang masalah mekanis. Dominasi Mesir mengerahkan kapal berhenti dan kapal itu mengapung kembali dalam beberapa tanda.

AFP

Suez Canal Source: Suez Canal Authority

Terusan Suez melintasi Tanah Genting Suez di Mesir – sebidang tanah di antara Mediterania dan Bahar Merah. Kanal ini mempunyai panjang 193 km dan memiliki tiga danau mengambil.

Pada 2015, pemerintah Mesir membuka perluasan besar terusan yang memperdalam jalur minuman utama dan menyediakan saluran sepanjang 35 km yang paralel dengannya.