Thailand lakukan tes Covid-19 kepada puluhan ribu warga setelah muncul wabah di pasar ikan

0 Comments
Thailand lakukan tes Covid-19 kepada puluhan ribu warga setelah muncul wabah di pasar ikan

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

6 jam dengan lalu

Setelah berbulan-bulan selamat dari peningkatan kasus virus sebagaimana terjadi di negara-negara tetangga, Thailand mengalami lonjakan kasus Covid-19 sekitar ini.

Puluhan ribu warga melaksanakan tes Covid-19 setelah muncul ratusan kasus yang dikatakan berasal dari pasar ikan terbesar negara tersebut.

Selain melakukan pengetesan massal, pihak berwenang juga memberlakukan karantina wilayah dalam Samut Sakhon, provinsi di wilayah pesisir dekat dengan ibu kota Bangkok.

Di provinsi itu ada pasar ikan yang sebagian mulia tenaga kerjanya berasal dari negara tetangga Myanmar.

Mereka saat ini telah diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Thailand adalah negara pertama sesudah China yang mencatat kasus Covid-19. Tetapi sejak itu, jumlah urusan yang ada relatif sedikit, lebih dari 4. 000 kasus dan 60 kematian.

Lonjakan kasus ini tetap membuat khawatir masyarakat, karena semasa ini warga mematuhi protokal kesehatan.

“Warga Thailand berhati-hati; mereka mengenakan kedok dan mematuhi protokol kesehatan. Barangkali ada sebagian kecil orang yang melanggar aturan, tetapi sebagian tinggi berhati-hati, ” jelas wartawan BBC Thailand, Issariya Praithongyaem.

Bagaimana lonjakan terjadi ?

Kasus ini bermula dari seorang pedagang udang yang berusia 67 tarikh. Hasil tes perempuan Thailand tersebut menunjukkan positif pada Kamis (17/12).

Peristiwa yang muncul di pasar ikan Mahachai market – pusat pabrik hasil laut bernilai miliaran dolar – memicu program pengetesan massal.

Empat kasus dilaporkan hari berikutnya dan sampai Minggu (20/12) jumlah kasus melonjak menjadi 689 kacau sebagian besar adalah tenaga kerja migran dar Myanmar, kata Kementerian Kesehatan.

Ditambahkan penjual udang yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut tidak pernah melupakan wilayah Thailand dan pihak berwenang berusaha mencari tahu sumber transmisi.

Kiprah apa saja yang diambil?

Selain menggalakan pengetesan, para pekerja migran pokok Myanmar yang tinggal di sekitar pasar juga diperintahkan untuk mengosongkan rumah mereka, lapor kantor beita AFP.

“Kami mengisolasikan mereka dan melarang mereka pergi, ” kata sekretaris tetap Kementerian Kesehatan Kietphgum Wongit.

Selama diisolasi, lanjutnya, mereka diberi bantuan makanan dan air.

Para pekerja migran, beberapa besar berasal dari Myanmar, terang mengantre untuk menjalani tes usap di pasar pada Minggu. Tampak juga warga Thailand

Menurut para penguasa, sebagian besar kasus yang teridentifikasi sejauh ini tidak menujukkan gejala-gejala.

Pada Senin (21/12), terdapat 360 lagi tenaga kerja migran yang dinyatakan positif virus corona, jumlah kasus harian terbanyak yang pernah terjadi sejauh ini di Thailand.

Juru bicara satuan tugas Covid-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin, mengatakan pihak berwenang bakal melakukan “penelusuran aktif di sebesar komunitas yang terdiri dari sekitar 10. 300 orang”, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Karantina wilayah & jam malam di Provinsi Samut Sakhon akan diberlakukan hingga agenda 3 Januari.

Pihak berwenang mengutarakan hingga 40. 000 orang pada Samut Sakhon dan tiga daerah tetangganya akan dites.

Bagaimana dampaknya terhadap Thailand ?

Di umumnya Thailand berhasil mengendalikan Covid-19. Jumlah kematian akibat penyakit tersebut tergolong rendah di negara dengan berpenduduk 70 juta jiwa dan terdapat jalan-jalan tikus di provinsi perbatasannya dengan empat negara, termasuk Myanmar.

“Kita harus memotong rantai pandemi secepatnya. Kita sudah berpengalaman menanganinya, ” kata Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Pihak berkuasa meminta penduduk ibu kota Bangkok untuk bekerja dari rumah, menghindari kerumunan massa, sementara tempat-tempat hiburan dan restoran harus menerapkan pembatasan sosial.

“Saya pikir semua langkah itu juga membatalkan rencana wisatawan domestik, ” jelas redaktur perencanaan BBC Thai, Issariya Praithongyaem.

Wabah terbaru ini terjadi ketika Thailand berusaha menghidupkan kembali industri pariwisata dengan telah lumpuh akibat pandemi.

Sebagai meniru, negara itu melonggarkan pembatasan kunjungan bagi turis dari 56 negeri untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

“Mereka diizinkan mendalam ke Thailand tanpa mengantongi izin terlebih dulu tetapi perlu mendatangkan sertifikat kesehatan untuk membuktikan mereka bebas dari Covid-19, menjalani karantina selama 14 hari dan mengalani tiga tes virus corona.

“Namun kalau gelombang baru pandemi ini berlaku di dalam negeri, wisatawan jadi akan berpikir dua kali apakah mereka mau mengambil risiko, ” kata Issariya Praithongyaem.

Anda mungkin juga terseret menonton video

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain