Trump, pernyataan dan berbagai ekspresinya pada hari-hari usai Pilpres AS

0 Comments
Trump, pernyataan dan berbagai ekspresinya pada hari-hari usai Pilpres AS

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

4 jam yang lalu

Hingga 26 November, Presiden AS Donald Trump masih sulit mengakui kekalahannya terhadap Joe Biden.

“Akan sulit sekali untuk mengakui kekalahan karena kita tahu ada kecurangan yang masif,” ujar Trump, tuduhan yang berkali-kali ia lontarkan tanpa memberikan bukti.

Namun ketika ditanya apakah ia akan bersedia meninggalkan Gedung Putih jika kalah di electoral college, Trump berkata,”Pasti akan, pasti akan, dan Anda tahu itu.”

Pada hari di mana untuk pertama kalinya Biden diproyeksikan akan melenggang ke Gedung Putih, Reporter BBC di Gedung Putih Tara McKelvey menggambarkan suasana hati Trump. Bahunya tampak merosot. Kepalanya tertunduk.

Trump menoleh dan melihat Tara dan jurnalis lainnya di tempat khusus pers. Dia mengacungkan jempol.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Itu adalah isyarat setengah hati. Trump tidak mengangkat tangannya tinggi-tinggi atau menjabat tangan, seperti yang sering dilakukannya.

Lalu apa saja yang dilakukan dan dikatakan Trump pada hari-hari setelahnya? Berikut rangkumannya dalam foto-foto yang merekam kegiatan dan ekspresi Trump.

11 November 2020

Presiden AS Donald Trump muncul untuk pertama kalinya di depan publik, empat hari setelah Biden diproyeksikan akan mengambil alih Gedung Putih. Trump menghadiri upacara peletakan karangan bunga untuk apa yang seharusnya menjadi momen persatuan nasional untuk menandai Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington.

13 November 2020

Donald Trump duduk di ruang oval setelah berbicara tentang Operasi Warp Speed(proyek untuk mengadakan vaksin Covid-19 secepatnya) ​​di Rose Garden, Gedung Putih. Ini adalah pertama kalinya Presiden Trump berbicara sejak malam pemilihan pekan sebelumnya, di tengah infeksi virus corona yang melonjak di Amerika Serikat

14 November 2020

Sehari sesudahnya Trump terekam berangkat main golf ke Trump National Golf Club di Sterling, Virginia. Ia melambaikan tangan pada para pendukungnya dari balik kaca mobil. Saat itu ia masih berupaya memenangkan gugatan-gugatan hukum atas penghitungan suara Pilpres AS.

20 November 2020

“Saya menang, ngomong-ngomong,” ujar Trump, dalam jumpa pers tentang harga obat pada 20 November di Gedung Putih. Jumpa pers ini merupakan momen pertama Trump bicara kembali setelah sepekan tidak membuat pernyataan apapun. Ia masih melakukan gugatan terhadap hasil penghitungan suara pemilu.

21 November 2020

Di tengah upaya hukumnya menggugat hasil penghitungan suara pemilu AS, Trump kembali main golf di Trump National Golf Club pada 21 November.

22 November 2020

Trump melanjutkan main golf di lokasi yang sama pada 22 November dan sempat mengacungkan jempol pada para pendukungnya dari balik kaca mobilnya sepulang main golf. Pada hari sebelumnya, Trump meninggalkan acara virtual KTT G20 yang membicarakan penanganan pandemi Covid-19 untuk mengunjungi salah satu klub golfnya.

26-27 November 2020

Setelah acara seremonial Thanksgiving di Gedung Putih, Trump kembali menghabiskan waktu dua hari berturut-turut dengan main golf di Trump National Golf Club. Sesudah itu ia berangkat ke Camp David untuk menghabiskan akhir pekan di sana.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Pada 27 November, pengadilan banding federal AS dengan tegas menolak upaya Trump untuk memblokir Presiden terpilih Joe Biden agar tidak dinyatakan sebagai pemenang di Pennsylvania.

Panel yang terdiri dari tiga hakim menganggap kasus itu tidak berdasar, dan menyebut upaya Trump tidak memiliki bukti.

Keputusan tersebut merupakan kemunduran besar lainnya bagi Presiden Trump dalam usahanya untuk membatalkan pemilihan 3 November.

Pada hari Kamis (26/11) ia mengatakan akan memberi jalan jika Biden dinyatakan sebagai pemenang.

Tetapi pada hari Jumat (27/11), ia kembali membuat tuduhan tidak berdasar tentang “penipuan pemilih besar-besaran”, mencuit di akun twitternya, “Biden hanya dapat memasuki Gedung Putih sebagai Presiden jika dia dapat membuktikan bahwa ‘80.000.000 suara ‘yang konyol itu tidak diperoleh secara curang atau ilegal.”