Unggahan ‘memuakkan’ China: Australia tuntut permintaan maaf atas foto palsu prajurit yang digambarkan bunuh anak

0 Comments
Unggahan 'memuakkan' China: Australia tuntut permintaan maaf atas foto palsu prajurit yang digambarkan bunuh anak

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

sejam yang lalu

Australia menuntut China meminta maaf karena mengunggah memotret palsu yang menggambarkan seorang tentara Australia membunuh seorang anak Afghanistan.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Beijing harus merasa “sangat malu” karena membagikan foto “memuakkan, ” yang diunggah oleh juru bicara kementerian luar negeri China, Lijian Zhao.

Namun salah seorang kolega Zhao mengatakan Australia harus memusatkan mengindahkan pada hukuman terhadap tentara serta bukan mengkritik pihak lain.

Ketegangan ini muncul di tengah memanasnya ikatan dagang antara kedua negara menyusul seruan Australia untuk penyelidikan keturunan virus corona.

Foto yang diunggah itu mengacu pada dugaan kejahatan perang oleh tentara Australia, pembunuhan awak sipil dan tahanan.

Peringatan: Artikel ini berisi foto yang dapat menyebabkan sejumlah pihak tak aman.

Pada bulan November ini, utama laporan menyebutkan menemukan “informasi yang dapat dipercaya” bahwa 25 tentara Australia terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan antara tahun 2009 dan 2013.

Temuan oleh Australian Defence Force (ADF) atau Pasukan Pertahanan Australia tersebut memicu kecaman dan tengah diselidiki oleh polisi.

Apa yang menyebabkan nafsu?

Spesialis bicara Kementerian Luar Negeri China, Ljian Zhao mengunggah foto dengan dibuat sendiri menggambarkan seorang tentara Australia dengan pisau berdarah dalam dekat seorang anak. Anak tersebut terlihat memegang domba.

Gambar ini mengacu pada laporan tuduhan terhadap pasukan khusus Australia yang menggunakan pisau untuk membunuh dua remaja Afghanistan berusia 14 tahun. Media Australian Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa petunjuk ADF tidak memperkuat tuduhan-tuduhan tersebut.

Namun ADF menjumpai “bukti kredibel” terjadinya pembunuhan semena-mena dan “budaya pejuang” di kalangan pasukan khusus.

Tuduhan itu termasuk tentara yunior didorong untuk membunuh tangsi sebagai orang pertama yang mereka bunuh.

Dalam cuitannya Zhao menulis, “Terkejut atas pembunuhan warga sipil serta tahanan oleh tentara Australia. Ana dengan keras mengecam tindakan itu dan menyerukan agar mereka diminta pertanggung jawaban. ”

Tanggapan Australia

Australia menodong unggahan di Twitter itu dicabut dan disebut sebagai “salah informasi”. Morrison menggambarkan unggahan itu “sangat memuakkan, sangat menyinggung, dan sangat memalukan. ”

“Pemerintah China harusnya betul malu atas unggahan yang menjatuhkan mereka di mata dunia, ” katanya.

“Unggahan itu foto palsu dan mencerca pasukan pertahanan kami. ”

Ia juga menambahkan bahwa Australia pusat membentuk proses transparan dalam pendalaman kejahatan perang, seperti yang diharapkan dalam negara “demokrasi liberal”.

Morrison pula mengakui bahwa ada ketegangan kurun dua negara namun menyebutkan, “Tapi caranya bukan seperti ini buat menanganinya. ”

Morrison juga memperingatkan Beijing bahwa negara-negara lain di negeri menyaksikan tindakan mereka terhadap Australia.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Kejadian ini adalah rentetan terbaru dalam hubungan yang sudah sangat tegang antara perut negara yang bermitra dagang.

Pekan lalu, Zhao mengatakan bahwa laporan kebiadaban perang itu “menunjukkan kemunafikan terkait hak asasi dan kebebasan dengan selalu dinyanyikan negara-negara barat ini. ”

Namun cuitannya mengejutkan Scott Morrison dan membuatnya menggunakan bahasa dengan paling tidak diplomatis. Perdana gajah Australia itu mengatakan pemerintah China harusnya “malu” atas unggahan tersebut dan menggambarkannya sebagai “memalukan & cercaan menjijikkan. ”

Insiden ini juga merupakan indikasi lain bahwa ikatan Canberra dan Beijing terus memburuk pada saat hubungan kedua negara sangat tegang.

Perdana menteri Australia mengakui bahwa dua negara memang memiliki masalah namun cuitan ini, katanya, sudah keterlaluan.

Ada apa di balik ketegangan itu?

Hubungan bilateral antara kedua negara benar cepat memburuk tahun ini setelah Australia memimpin seruan investigasi terkait asal pandemi virus corona. Situasi lain yang memperburuk hubungan merupakan dugaan campur tangan Beijing dalam masalah dalam negeri Australia.

Dalam kaum bulan terakhir, China menerapkan serangkaian langkah dagang, termasuk mengenakan tarif atas barang-barang impor Australlia tercatat minuman anggur dan daging lembu.

Australia menggambarkan langkah China itu jadi “paksaan ekonomi. ”

Bulan ini, kedutaan besar China di Australia mengeluarkan daftar ke media lokal menyimpan 14 kebijakan yang menurut itu dilakukan Australia untuk membuat ikatan semakin buruk.

Kebijakan itu termasuk keputusan Australia untuk memblok proyek investasi China, melarang perusahaan Huawei daripada tender 5G, dan dalam “campur tangan urusan di Xinjian, Hong Kong serta Taiwan. ”

Australia mengutarakan mereka tidak akan mengubah kecendekiaan mereka.

Morrison memastikan Senin (30/11) kalau permintaannya untuk bertemu dengan para menteri senior China tidak ditanggapi.