Varian baru Covid dari India, Afrika, dan Inggris menyelap Indonesia: Apa bahayanya dan bagaimana kita melindungi muncul?

0 Comments

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

3 jam yang morat-marit

Sumber tulisan, JARANG FOTO/Teguh Prihatna

Peredaran varian baru virus corona dari sejumlah negeri di Indonesia, disebut pakar epidemiologi “kesalahan terbesar” pemerintah Indonesia yang menerapkan kecendekiaan karantina secara singkat untuk pendatang dari luar kampung.

Indonesia serupa disebut lambat mendeteksi varian baru virus corona dari luar negeri yang bertambah cepat menyebar dan berpotensi membuat vaksin jenis terbatas tidak efektif.

Baru-baru ini varian yang terdeteksi berawal dari India dan Afrika Selatan. Sementara varian dibanding Inggris yang terdeteksi sebelumnya, telah menunjukkan penularan lokal.

Akan tetapi, pemerintah mengucapkan hanya ada 17 laboratorium di Indonesia yang mampu melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah buat Penanganan Covid-19 menambahkan, pemerintah telah memperketat pengawasan serta karantina bagi pekerja migran yang kembali ke zona halaman.

Menangkap juga:

Sejauh ini terpantau tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

Untuk mengantisipasi makin banyaknya varian baru virus corona dari luar negeri, pemerintah Indonesia telah memperketat pengawasan di pintu masuk kedatangan luar negeri.

Ini lah yang perlu Anda tahu tentang varian baru daripada luar negeri yang terdeteksi di Indonesia.

Varian Afrika Selatan menghasilkan vaksin tidak efektif?

Pemerintah Indonesia mengonfirmasi varian perdana virus corona dari Afrika Selatan telah terdeteksi pada Indonesia, menyusul varian baru dari India dan Inggris yang telah terdeteksi sebelumnya.

Varian bernama B. 1351 terdeteksi dari spesimen yang diambil pada 25 Januari 2021 dari seorang pria berusia 48 tarikh yang sempat tinggal pada Bali.

Ia lalu dinyatakan meninggal pada 16 Februari 2021.

Siti Nadia Tarmizi, selaku juru cakap vaksinasi Covid-19, mengatakan Kemenkes tengah mengumpulkan data untuk melakukan pelacakan kontak bertambah lanjut.

“Sayang sekali peristiwa Corona B1351 ini yang memang kita tahu menyesatkan cepat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit, jadi memang yang bersangkutan ini mengalami gejala yang berat di bagian perawatan intensif, ” kata Nadia pada Selasa (04/05).

“Dan perlu saya sampaikan keluarga kasus B1351 ini memang ada dengan positif tapi orang akan tetapi tidak ada yang sudah kematian. ”

Nadia menambahkan, varian dari Afrika Daksina ini dikategorikan sebagai varian yang diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pokok memiliki karakter penularan bertambah cepat dan menyebabkan keparahan penyakit yang berujung di dalam kematian.

Pakar biomolekular dari Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo, mengatakan varian dari Afrika selatan tersebut “menarik”.

Sebab, masa pertama kali dideteksi di negara asalnya pada Oktober-November tahun lalu, banyak anak obat Covid-19 yang telah sehat kembali terinfeksi ketika terpapar dengan varian ini.

Meski memiliki kemiripan mutasi dengan varian B. 1. 1. 7 dari Inggris, kata Ahmad, virus ini ditengarai memiliki kemampuan untuk lolos dari antibodi.

“Hanya saja, seberapa berat ini mengakibatkan vaksin tak efektif, tergantung vaksinnya. Kalau kita lihat dari petunjuk vaksin seperti Pfizer & Moderna, nampaknya tidak sejenis berpengaruh. Tapi menjadi berpengaruh ketika diberikan vaksin AstraZeneca, ” jelas Ahmad.

Sumber gambar, PA Media

Apakah terjadi penularan lokal varian dari Inggris?

Jauh sebelum varian dari Afsel terdeteksi di Indonesia, varian dari Inggris yang disebut lebih cepat menyebar sudah beredar di Indonesia.

Zaman ini sudah ada 13 kasus varian B. satu. 1. 7 dari Inggris di Indonesia, dengan lima di antaranya terjadi di Karawang, Jawa Barat.

Kementerian Kesehatan mengonfrimasi gigi lokal dari varian gres dari Inggris telah terdeteksi di sejumlah wailayah, sesuai di Kabupaten Karawang, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, maka Kalimantan Selatan.

Pokok, tak semua kasus tersebut terdeteksi lewat pengambilan sampel, ada di antaranya dengan terdeteksi melalui penelusuran relasi.

Sumber gambar, Getty Images

Virus itu beberapa besar dibawa oleh pekerja migran Indonesia yang pulang dari sejumlah negara seolah-olah Arab Saudi dan Ghana.

Sama seperti varian dari Afsel, WHO mengategorikan varian dari Inggris sebagai varian yang patut diwaspadai karena diketahui memiliki tingkat penularan lebih tinggi, yaitu 36-75% dibanding jenis virus yang beredar sebelumnya.

Siti Nadia Tarmidzi dengan juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan ini mengungkapkan varian B. 1. 1. 7 merupakan varian yang paling banyak dilaporkan di berbagai negarai, dengan WHO mencatat berlaku peningkatan 49% varian tersebut yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Apa kelanjutan tentang varian dari India?

Nadia mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan pelacakan kontak terhadap kasus varian dari India yang ditemukan di Bali.

Varian itu ditemukan pada WNI perempuan yang bekerja pada sektor pariwisata dan sampelnya diambil pada awal April lalu.

“Kita pantas teliti kasus kontak erat lainnya cukup banyak serta beberapa kasus kontak itu merupakan WNA, ” katanya.

Sumber gambar, SANJAY KANOJIA/AFP

Ia menyebut WNI yang terinfeksi Corona B1617 adalah klaster keluarga. Biar begitu, seluruh anggota keluarga tersebut sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Ini adalah klaster keluarga di mana kita ketahui suami dan anak beliau positif tapi kondisinya sudah dinyatakan baik, ” kata Nadia.

Sementara itu, varian baru dari India juga terdeteksi dari kepala WNA yang baru sekadar tiba dari India dalam akhir April lalu.

Ia mengatakan saat ini WNA tersebut dalam iklim stabil dan sedang dirawat di RSPI Sulianti Saroso di Jakarta.

Sumber gambar, Ravi Kumar/Getty

Apa respons pemerintah?

Pakar epidemiologi, Masdalina Pane menyebut beredarnya varian baru dari asing negeri karena “kesalahan terbesar” pemerintah Indonesia yang menerapkan kebijakan karantina yang singkat bagi kedatangan dari sungguh negeri.

Apa dengan dilakukan pemerintah Indonesia, menurut Masdalina, telah ” menentang protokol Internasional”.

Sebab, menunjuk protokol karantina yang ditetapkan WHO, masa karantina kedatangan dari luar negeri sepantasnya 14 hari, menyesuaikan dengan masa inkubasi suatu virus.

Namun, Indonesia cuma menerapkan lima hari karantina.

Baca serupa:

“Kalau dalam kondisi pandemi seperti sekarang, tolonglah mengikuti protokol internasional dengan ketat, nggak usahlah ikuti diskon-diskon karantina seperti itu, ” kata Masdalina.

“Kalau sudah lepas ke populasi kan sudah susah kita melacaknya. Tracing nya selalu sudah jadi rumit, ” tambahnya kemudian.

Hendak tetapi, pemerintah Indonesia berkukuh bahwa kebijakan karantina selama lima hari sudah positif dan berdalih mobilitas penduduk sebagai penyebab penyebaran varian baru.

“Pada prinsipinya kita sudah mengurangi laju penularan dengan karantina lima hari dan dipastikan negatif dengan PCR.

Sumber gambar, . KURUN FOTO/Muhammad Iqbal/nz

“Tapi bukan masalah karantinanya, akan tetapi yang masalah adalah mobilitas dan jumlah orang pada suatu tempat, ini yang bisa menjadi peningkatan kejadian, ” ujar Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan.

Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Pakar Bicara Pemerintah untuk Pengerjaan Covid-19 menambahkan untuk mengantisipasi masuknya varian baru daripada luar negeri, pemerintah sudah memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran dengan kembali ke kampung halaman.

“Untuk mengetatkan mekanisme screening dan karantina, pemimpin memperintahkan untuk mengoptimalkan peran TNI Polri, yaitu kalau seluruh kepulangan pekerja migran akan dikoordinasikan oleh panglima kodam yang bekerja setara dengan Kapolda di semesta daerah untuk mengintegrasikan institusi pusat yang ada di daerah, ” katanya.

Ia juga mengimbau pemerintah daerah menjalankan instruksi pemimpin dengan sebaik-baiknya, khususnya kawasan yang berpeluang menerima pekerja migran terbanyak, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Wiku memasukkan pemerintah Indonesia saat itu sudah memperketat pengawasan dalam pintu masuk Indonesia jadi upaya mencegah oknum-oknum dengan tidak bertanggung jawab meloloskan WNA tanpa karantina.

Selain itu pemerintah indonesia telah melarang WNA yang memiliki riwayat perjalanan lantaran India dalam kurun zaman 14 hari terakhir, atau yang berdomisili di negeri India.

Sumber tulisan, JARANG FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Pemerintah lambat mendeteksi virus baru?

Di sisi lain, pemerintah Indonesia dikenal lambat mendeteksi varian baru virus corona, seperti diutarakan oleh pakar biomolekular Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo.

“Jika Inggris menyelenggarakan sampling dengan sangat garang ketika ditemukan kasus serta klaster besar, mereka segera melakukan genome sequencing. Nusantara, masalahnya, kita tidak memiliki kemewahan itu, ” kata pendahuluan Ahmad.

Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi sejak Kementerian Kesehatan mengungkap tanda mengapa diperlukan waktu dekat empat bulan untuk mengonfirmasi varian baru dari Afrika Selatan terdeteksi di Indonesia.

Ia mengatakan cuma ada 17 laboratorium porakporanda dari sekitar 700 lab. yang ada di Indonesia – yang bisa melayani whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19

Sumber gambar, KURUN FOTO/Galih Pradipta

“Dan mengapa prosesnya lama, itu sangat tergantung pada bagaimana pengambilan spesimen. Karena daripada pengambilan spesimen, dia harus mengalami suatu proses kalau proses itu baik serta menghasilkan kualitas spesimen dengan sesuai, itu baru mampu dibaca oleh mesinnya. Sebab kalau spesimennya tidak jalan dan dalam prosesnya tak baik, pasti akan dibaca negatif oleh mesinnya. Itu lebih memang perlu sedikit kehati-hatian, ” katanya.

Hingga saat ini, gres ada sekitar 1. 200 sekuens genom virus corona di Indonesia, atau hanya 0, 073% dari mutlak kasus di seluruh negeri, yang diunggah ke Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID), sebuah inisiatif global dan sumber utama yang menyediakan kanal terbuka ke data genom virus influenza dan corona yang bertanggung jawab untuk pandemi covid-sembilan belas.

Minimnya data informasi genom tersebut akan berpengaruh pada penanganan Covid-19.

Apa yang perlu kita lakukan untuk melindungi diri?

Pakar biomolekular dari Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo menjelaskan varian baru dari suatu virus adalah hal yang biasa.

Kendati termasuk dalam varian yang diwaspadai sebab WHO, kata Ahmad, klub perlu memahami bahwa varian ini tidak akan pegari efeknya jika tidak bertemu dengan manusia.

Ia mencontohkan, kendati varian B. 1. 1. 7 daripada Inggris disebut lebih segera menular, tapi sejauh ini baru penularannya tidak sejenis banyak, bahkan kurang dibanding 2%.

“Ini menjadi hal yang menarik, artinya ketika seseorang sudah terpapar B. 1. 1. 7 tapi dia tidak memindahkan kepada yang lain, oleh sebab itu varian ini tidak bisa kemana-mana juga. ”

Betapapun, ia mengatakan Indonesiaperlu belajar dari India yang terlalu cepat membuka mobilitas, terutama perayaan keagamaan dengan membuat kerumunan massa.

Sumber gambar, Umarul Faruq/ANTARA FOTO

“Kalau kita bicara pegangan, varian ini tinggal menduduki waktu saja. Kalau tempat bisa menemukan inang yang tepat, mungkin orang tersebut bisa menularkannya. Ini barangkali bom waktu”.

Kendati pemerintah kini tengah menjalankan kalender vaksinasi, kata Ahmad, bangsa tak bisa sepenuhnya bergantung pada vaksin untuk melindungi diri dari varian hangat ini.

” Oleh sebab itu kita harus kembali ke pendekatan klasik, yaitu 5M, ” kata Ahmad.

Gerakan 5M adalah adat kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, yakni membentengi jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.

Ia juga menambahkan, masyarakat juga perlu menjauhi ruangan dengan ventilasi buruk dan menjauhi aktivitas di dalam ruangan.

Sumber gambar, Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah buat Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menegaskan agar masyarakat tak panik dan menegaskan, “hal yang penting dan harus dilakukan masyarakat adalah mengindahkan protokol kesehatan”.

Mengenai, pakar epidemiologi Masdalina Pane menegaskan, “pelacakan yang menjadi kunci utama dalam pengendalian”.

“Ketika ada klaster yang tiba-tiba membesar dan menularkan ke banyak orang itu harus segera dikerjakan genome sekuens untuk menunjukkan seberapa besar invasi dan strain baru ini ke populasi kita, ” katanya.